Siapa Mami, Ratu Sabu Indonesia? Kilas Balik Jejak Dewi Astutik, Otak Jaringan Narkoba Internasional yang Ditangkap di Kamboja

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Dunia kejahatan narkotika internasional selama ini identik dengan sosok-sosok pria yang mengendalikan jaringan lintas negara. Nama-nama seperti Pablo Escobar di Kolombia atau Joaquin "El Chapo" Guzman di Meksiko menjadi simbol bagaimana bisnis narkoba mampu membangun kerajaan gelap bernilai miliaran dolar.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, aparat penegak hukum Indonesia menemukan fakta bahwa salah satu aktor penting di balik peredaran narkoba internasional justru seorang perempuan.

Namanya Dewi Astutik. Di kalangan jaringan narkoba internasional, ia dikenal dengan sejumlah alias, termasuk "Mami", "Dinda", dan "Kak Jinda". 

Sosok yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur, itu disebut memiliki peran strategis dalam jaringan penyelundupan narkotika yang membentang dari kawasan Golden Triangle hingga Asia Tenggara dan Afrika.

Penangkapan Dewi Astutik di Sihanoukville, Kamboja, pada akhir 2025 menjadi salah satu operasi terbesar dalam sejarah pemberantasan narkotika Indonesia. 

Bukan tanpa alasan. Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebut perempuan berusia 43 tahun tersebut merupakan aktor intelektual di balik penyelundupan dua ton sabu senilai sekitar Rp5 triliun yang sempat mengguncang publik.

Dari Pekerja Migran Hingga Menjadi Buronan Internasional

Sebelum namanya masuk daftar buronan berbagai negara, Dewi Astutik diketahui pernah bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI). Berdasarkan data identitas yang dimiliki aparat, perempuan kelahiran Ponorogo, 8 April 1983 itu pernah bekerja di Taiwan dan Hong Kong sebelum akhirnya menetap di Kamboja.

Siapa Mami, Ratu Sabu Indonesia? Kilas Balik Jejak Dewi Astutik, Otak Jaringan Narkoba Internasional yang Ditangkap di Kamboja
Sumber :
  • Ist

Perjalanan hidupnya berubah drastis ketika ia diduga terlibat dalam jaringan narkotika internasional. Dari seorang pekerja migran, Dewi kemudian disebut naik menjadi salah satu pengendali distribusi narkoba lintas negara.

Menurut Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto, hasil analisis menunjukkan terdapat dua nama warga Indonesia yang mendominasi aktivitas penyelundupan narkotika di kawasan Golden Triangle, yakni Fredy Pratama dan Dewi Astutik.

Kawasan Golden Triangle sendiri merupakan wilayah yang meliputi sebagian Myanmar, Laos, dan Thailand. Menurut laporan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), wilayah ini masih menjadi salah satu pusat produksi narkotika sintetis terbesar di dunia dengan nilai perdagangan mencapai miliaran dolar setiap tahun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Liburan Sekolah Bisa Playdate Bareng Elmo & Friends di Lippo Mall Kemang
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
PLN EPI Dorong UMKM Kutai Kartanegara Naik Kelas Lewat Budidaya Madu Kelulut
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Menjaga Kepercayaan Pasar Menjadi Kunci
• 23 jam lalukompas.id
thumb
Era QRIS Bikin Pengeluaran Tak Terasa, Coba Cara Atur Keuangan Ini
• 19 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pramono: Jakarta Masih Macet, tapi Transportasi Umumnya Lebih Aman dan Nyaman
• 16 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.