JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Serikat Mahasiswa UGM, Mesa, mengaku lebih mengkhawatirkan munculnya pihak-pihak yang mengklaim mewakili gerakan mahasiswa tanpa kejelasan posisi maupun legitimasi.
Mesa menilai berbagai klaim tersebut perlu dicermati karena berpotensi menyimpan kepentingan tertentu dan memicu konflik di internal mahasiswa.
Menurut Mesa, yang perlu diwaspadai bukan hanya klaim organisasi, tetapi juga kemungkinan adanya kelompok yang dijadikan alat legitimasi bagi program tertentu.
Mesa menambahkan, publik kini dinilai semakin mampu membaca afiliasi dan kepentingan yang berada di balik suatu gerakan maupun pernyataan politik.
Sementara itu, pegiat media sosial Ade Armando mengingatkan agar tuduhan mengenai aktor atau kepentingan di balik gerakan mahasiswa tidak disampaikan secara sembarangan.
Ade mengaku memahami bahwa dalam sejarah gerakan mahasiswa selalu ada pihak yang memberikan bantuan logistik maupun dukungan tertentu.
Namun menurutnya, hal itu tidak serta-merta menjadi dasar untuk menuduh adanya kepentingan politik di balik sebuah gerakan.
Sebelumnya, pernyataan BEM Fakultas Bersatu yang menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis memicu perdebatan baru di kalangan mahasiswa dan publik.
Dalam pernyataannya, BEM Fakultas Bersatu menegaskan bahwa gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat dan tidak menjadi alat kepentingan elite politik.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/2-1bsPxJ2Sc
#mahasiswa #ugm #ricuh
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- mahasiswa
- ugm
- bem bersatu
- demo
- ade armando




