Tangerang: Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang masuk dalam program pengembangan dari transformasi premises PT Angkasa Pura atau InJourney Airports. Pengembangan itu untuk menghadirkan infrastruktur dan fasilitas yang berfokus pada customer experience di bandara.
Selain Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, terdapat tiga bandara lainnya yang dilakukan pengembangan, yakni di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Minangkabau Padang, dan Bandara Depati Amir Pangkalpinang.
"Esensi dari transformasi adalah terus bergerak dan berubah untuk lebih baik. Transformasi InJourney Airports tidak pernah berhenti, melainkan terus dilakukan berkelanjutan untuk peningkatan standar pelayanan kepada pengunjung bandara dan penumpang pesawat. Pengembangan bandara menjadi bagian transformasi premises untuk menghadirkan infrastruktur dan fasilitas yang berfokus pada customer experience," ujar Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, Kamis, 18 Juni 2026.
Baca Juga :
InJourney Proyeksi Layani 5,46 Juta Penumpang saat Libur Sekolah 2026"Layanan di dua bandara tersebut dapat menjadi standar bagi bandara-bandara lainnya. Pengembangan yang dilakukan untuk meningkatkan pelayanan dan kenyamanan, serta memenuhi standar global sehingga dapat meningkatkan posisi kedua bandara dalam daftar 100 bandara terbaik di dunia," kata Pahlevi.
Bandara Soekarno-Hatta Tangerang dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali masuk dalam program pengembangan dari transformasi premises PT Angkasa Pura atau InJourney Airports.
Pengembangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai tahun ini dilakukan di terminal penumpang untuk peningkatan kapasitas menjadi 32 juta penumpang/tahun, setelah sebelumnya di sisi darat. Adapun setelah terminal penumpang, peningkatan kapasitas akan dilakukan di sisi udara.
"Pengembangan di terminal ini mencakup optimalisasi pier keberangkatan Gate 1-9 Terminal Internasional, mencakup pembangunan penghubung pier (connecting pier), penataan lansekap dan area kursi tunggu (boarding seat area), serta perluasan dan beautifikasi fasilitas umum," jelas Pahlevi.
Selain itu, dilakukan revitalisasi fasilitas penunjang dan pelayanan, yaitu pada semi outdoor area komersial, area check in dan pintu keberangkatan (departure gate). Di Bandara I Gusti Ngurah Rai juga tengah dilakukan pembangunan jembatan penghubung (connecting bridge) antara Terminal Domestik dan Terminal Internasional.
"Optimalisasi di gate keberangkatan internasional akan semakin membuat penumpang merasa nyaman, begitu juga dengan adanya connecting bridge antara Terminal Internasional dan Terminal Domestik yang menyediakan jalur khusus bagi penumpang pesawat yang memiliki penerbangan lanjutan. Ini memangkas waktu untuk check in," jelas Pahlevi.
Baca Juga :
Bandara Soekarno-Hatta Buka Rute Baru ke Guangzhou dan Shenzhen Tiongkok"Dilakukan juga penambahan fasilitas pada boarding lounge penerbangan internasional, yakni antara lain game corner," ucap Pahlevi.
Menurut Pahlevi, Program pengembangan di Bandara Soekarno-Hatta yang juga tengah dijalankan yakni revitalisasi Terminal 1A. Revitalisasi membuat kapasitas Terminal 1A meningkat dari sebelumnya 5,7 juta penumpang/tahun menjadi 10 juta penumpang/tahun, dan nantinya dilengkapi dengan 36 unit konter check in atau bertambah dari sebelumnya 25 unit konter.
"Setelah revitalisasi, Terminal 1A hadir dengan wajah baru, standar pelayanan yang jauh lebih baik didukung fasilitas lebih lengkap dan modern untuk seamless journey experience," kata Pahlevi.
Penambahan conveyor belt juga dilakukan pada area pengambilan bagasi penumpang, dari 5 unit menjadi 7 unit sehingga dapat melayani 3.500 bagasi dalam waktu bersamaan. Area komersial diperluas menjadi sekitar 6.300 meter persegi dari sebelumnya 4.400 meter persegi. Revitalisasi Terminal 1A melanjutkan revitalisasi yang sudah selesai sebelumnya yakni di Terminal 2F dan Termianl 1C.
Baca Juga :
"Adapun dilakukan perluasan pada terminal baru untuk area kedatangan domestik dan internasional, lalu boarding lounge domestik dan internasional, serta area komersial, serta lansekap terminal," kata Pahlevi.
Sedangksn di Bandara Depati Amir Pangkalpinang, menurut Pahlevi, dilakukan pengembangan terminal menjadi seluas 30 ribu meter persegi yang berkapasitas 3 juta penumpang/tahun dari sebelumnya 1,5 juta penumpang/tahun.
Sejalan dengan pengembangan ini, dilakukan juga perluasan area check in, penataan area curbside, titik pemeriksaan keamanan atau security check point, penataan area komersial, pembaruan lansekap di dalam terminal, serta beautifikasi interior di seluruh area terminal.




