Pemerintah Sebut Nutrisi Anak-anak Membaik Setelah Terima MBG

viva.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI Muhammad Qodari memaparkan hasil riset dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang menunjukkan sejumlah manfaat makan bergizi gratis, salah satunya asupan nutrisi anak-anak sekolah yang membaik setelah mereka menerima MBG.

Qodari menyebutkan selama beberapa waktu, sebagaimana hasil riset Bappenas itu, tingkat konsumsi buah-buahan -- yang mengandung berbagai jenis vitamin dan serat -- anak-anak sekolah meningkat terutama setelah mereka menjadi penerima manfaat makan bergizi gratis (MBG).

Baca Juga :
Buka-bukaan di Kejagung, Sony Sonjaya Serahkan 41 Nama dan Ungkap Proyek CCTV Program MBG Rp300 M Bermasalah
Distribusi MBG Disetop Selama Libur Sekolah, BGN: Anggaran Hemat Rp 3 Triliun

"Kalau kita bicara Vitamin C, bicara buah bagus untuk pencernaan, ternyata anak-anak kita dulu itu sedikit sekali yang makan buah. Mayoritas nggak makan buah, sekarang sudah naik 58 persen dari 26 persen ke 84 persen," kata Qodari kepada wartawan di Jakarta, Kamis.

Qodari melanjutkan perbaikan asupan gizi juga terlihat dari konsumsi protein anak-anak sekolah para penerima MBG. Dari hasil riset yang sama, konsumsi protein hewani anak-anak sekolah naik dari 65 persen menjadi 90 persen.

"Ini kan bagus. Kita ingin sepak bola Indonesia maju kan, badannya gede, tinggi kaya pemain Jepang kan, badannya sudah gede, tinggi, otaknya cerdas, gizinya bagus. Jangan lagi kita dibilang bangsa yang IQ-nya kurang. Itu dari mana? Dari protein," ujar Qodari.

Kemudian, Qodari juga menyampaikan berkat makan bergizi gratis, banyak anak-anak sekolah saat ini yang tidak lagi kelaparan saat menerima pelajaran di sekolah. Sebelum adanya MBG, Qodari menjelaskan, banyak anak-anak yang kelaparan saat belajar di sekolah. Kondisi itu, Qodari meyakini, dapat mengganggu konsentrasi belajar siswa.

"Jadi ternyata, sebelum ada MBG, banyak siswa kita itu yang lapar saat sekolah. Jumlah yang lapar pada waktu itu, lagi sekolah nih lapar dia, dengerin guru (dalam kondisi, red.) lapar, (sebanyak) 56 persen," kata Qodari menyampaikan hasil riset dari Bappenas.

Namun, setelah adanya MBG, jumlah siswa yang kelaparan itu turun. "Besar itu penurunannya," kata Qodari.

Sementara itu, jumlah siswa yang dalam kondisi kenyang saat mengikuti kegiatan belajar di sekolah meningkat setelah adanya MBG, yaitu dari 43 persen menjadi 84 persen. "Ini manfaat yang orang belum tahu," kata dia.

Baca Juga :
Diperiksa Kasus Korupsi MBG, Sony Sonjaya Sebut Nama NSD Pernah Ganti Yayasan SPPG hingga 3 Kali
Mentan Minta BGN Sajikan Menu Ayam dan Telur di MBG Seminggu 3 Kali, Ini Alasannya
Ketua Yayasan Ini Jadi Tersangka Keenam Korupsi MBG, Kejagung Bongkar Perannya

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jules Rimet Trophy: Dulu Direbut Susah Payah, Kini Trofi Piala Dunia Penuh Drama Itu Hanya Tinggal Sejarah
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Kebakaran di Sekolah Tokyo, Anak-anak Menangis
• 5 jam laludetik.com
thumb
Presiden Setujui Anggaran Pemulihan Pascabencana Rp100,1 Triliun untuk Tiga Tahun
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Rawan Kebocoran Data, Apindo Dorong Pemerintah Tinjau Ulang Aturan SABH
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
BGN Tegaskan Distribusi MBG Dihentikan Selama Libur Sekolah
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.