Analis Sebut Hasil Review MSCI Bisa Kerek IHSG Kembali ke Level 6.300

katadata.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

MSCI menurunkan penilaian arus information flow Indonesia dari “+” menjadi "-". Namun, lembaga penyedia indeks global itu masih mempertahankan status pasar saham Indonesia sebagai Emerging Market atau pasar berkembang.

Dalam laporan MSCI Global Market Accessibility Review 2026, MSCI masih menyoroti sejumlah persoalan terkait transparansi pasar, terutama keterbukaan struktur kepemilikan saham, kualitas free float serta indikasi perilaku perdagangan yang terkoordinasi. Faktor-faktor ini dinilai berpotensi mengganggu proses pembentukan harga yang wajar di pasar.

Sejumlah analis menilai reformasi yang telah dijalankan regulator dan otoritas pasar modal Indonesia cukup untuk mempertahankan posisi Indonesia di status emerging market

Analis pasar modal Hendra Wardana menilai pengumuman MSCI pagi ini mampu mengerek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level resistensi 6.377.

Dalam jangka pendek, Hendra menilai keputusan MSCI berpotensi menjadi sentimen positif bagi IHSG karena meredakan ketidakpastian yang selama beberapa bulan terakhir membayangi pasar bahwa status pasar RI akan turun ke pasar frontier.

"Dengan tetap bertahannya status tersebut, risiko keluarnya dana asing secara besar-besaran akibat perubahan klasifikasi pasar dapat dihindari sehingga memberikan stabilitas yang lebih baik bagi pasar saham domestik," ujar Hendra.

Penurunan klasifikasi itu sebelumnya disebut dapat memicu arus keluar dana asing yang besar. Dengan skenario yang dinilai tidak terjadi ini, ruang pemulihan kepercayaan investor menjadi lebih terbuka, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi sasaran investor institusi asing.

Secara teknikal, Hendra memperkirakan sentimen MSCI dapat mendorong IHSG menguji area resistensi di level 6.377. Jika level tersebut berhasil ditembus dengan dukungan volume transaksi yang kuat, peluang penguatan lanjutan akan semakin terbuka. Sementara itu, level 6.074 menjadi level support yang perlu dijaga untuk mempertahankan momentum pemulihan pasar.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Prasetya Gunadi mengatakan, kewajiban pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, implementasi kerangka Holding Statement Confirmation (HSC) serta peta jalan peningkatan free float minimum 15% menjadi faktor penting yang mendukung status Indonesia di kategori Emerging Market.

"Aksesibilitas pasar, bersama tingkat perkembangan ekonomi, ukuran pasar dan likuiditas, merupakan faktor utama dalam penentuan klasifikasi pasar menjadi pasar maju, pasar berkembang, pasar frontier maupun pasar mandiri," kata Prasetya dalam keterangannya.

MSCI dijadwalkan mengumumkan hasil Annual Market Classification Review 2026 pada 23 Juni 2026 pukul 22.30 CEST atau 24 Juni 2026 pukul 03.30 WIB.

Di sisi lain, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mengatakan review MSCI membawa kabar baik sekaligus buruk bagi pasar modal Indonesia.

Liza menilai investor sebaiknya tidak terlalu berfokus pada kemungkinan Indonesia kehilangan status Emerging Market. Menurut dia, perhatian utama justru harus diarahkan pada pesan yang ingin disampaikan MSCI melalui penurunan penilaian tersebut.

Liza mengatakan risiko terbesar saat ini bukanlah hilangnya status pasar berkembang, melainkan potensi diskon valuasi pasar Indonesia yang bertahan lebih lama dibandingkan negara-negara sejenis.

"Selama belum ada perbaikan yang signifikan dalam transparansi, kualitas free float dan integritas pasar, investor asing berpotensi tetap mempertahankan posisi underweight terhadap Indonesia," ujar Liza.

Dalam laporannya, MSCI menyebut penurunan penilaian information flow dipicu oleh kekhawatiran terhadap transparansi kepemilikan saham, kualitas saham beredar di publik serta indikasi perdagangan yang terkoordinasi.

Meski status Indonesia sebagai Emerging Market masih relatif aman untuk saat ini, laporan tersebut menjadi sinyal bahwa tata kelola pasar dan kualitas proses pembentukan harga (price discovery) kini mendapat perhatian yang semakin besar dari investor global.

Poin-Poin MSCI Global Market Accessibility Review 
  • MSCI menurunkan penilaian Indonesia pada aspek Information Flow dari "+" menjadi "-".
  • Penurunan peringkat ini terkait dengan kekhawatiran mengenai transparansi kepemilikan saham, kualitas free float (saham beredar di publik), serta adanya indikasi perilaku perdagangan yang terkoordinasi.
  • Status Indonesia sebagai Emerging Market masih relatif aman untuk saat ini.
  • Laporan ini menjadi peringatan bahwa tata kelola pasar dan kualitas proses pembentukan harga (price discovery) kini mendapat perhatian yang lebih besar dari investor global.

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nilai Rapor Tidak Pernah Mampu Menceritakan Seorang Anak
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Selain Dokter Tifa, Roy Suryo Juga Ditangkap Aparat Polda Metro!
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Istana Sebut MBG Naikkan Gizi Anak: Kita Ingin Sepak Bola RI Maju Kan?
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Harga Minyak Beragam, Pasar Menimbang Pemulihan Pasokan dan Peringatan Vance
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
PSI: Jokowi Minta Kawal Prabowo-Gibran 2 Periode
• 7 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.