Rupiah Dibuka ke Rp17.848/USD Pagi Ini

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami pelemahan. Rupiah tertekan saat dolar AS menguat didorong kebijakan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed).

Mengutip data Bloomberg, Jumat, 18 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.848 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun 54 poin atau setara 0,30 persen dari Rp17.794 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.821 per USD. Rupiah bergerak melemah dari Rp17.748 per USD pada pembukaan perdagangan kemarin.

Baca Juga :

Dolar AS Capai Level Tertinggi, Didukung Kebijakan Fed yang Agresif


(Ilustrasi. Foto: MI/Susanto) Rupiah masih fluktuatif cenderung melemah Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada perdagangan hari ini akan bergerak secara fluktuatif dan kemungkinan besar akan kembali melemah. Mata uang rupiah begerak di rentang Rp17.790 per USD hingga Rp17.840 per USD.

Ibrahim mengungkapkan, pergerakan kurs rupiah pada hari ini dipengaruhi oleh sentimen optimisme seputar kesepakatan AS-Iran, yang diharapkan dapat meredakan ketegangan di Timur Tengah dan membuka jalan bagi pembukaan kembali jalur ekspor energi utama. 

Memorandum 14 poin tersebut memulai periode negosiasi 60 hari di mana Iran akan mengizinkan lalu lintas bebas bea melalui Selat Hormuz. Kesepakatan tersebut menyerukan agar lalu lintas melalui selat tersebut dipulihkan ke kapasitas penuhnya dalam waktu 30 hari.

Namun, kenaikan dibatasi setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga tetap di 3,50 persen sampai 3,75 persen pada Rabu dan memberi sinyal para pembuat kebijakan masih melihat ruang untuk kebijakan moneter yang lebih ketat di akhir tahun ini.

Selain itu, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen. Sejalan dengan itu, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50 persen.

Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah, serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5 persen plus minus satu persenyang ditetapkan Pemerintah.

"Pada RDG Mingguan pada pekan lalu, BI kembali mengejutkan pasar dengan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Artinya, dalam waktu kurang dari satu bulan, BI sudah menaikkan suku bunga acuan sebesar total 75 basis poin," terang Ibrahim.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pelatih Afsel Kritik Arsitektur Stadion Usai Ditahan Imbang Ceko
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Davina Karamoy Diperiksa Polisi Soal Kasus Penipuan Travel Umrah Senilai Rp35 Miliar
• 19 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Hotel Sultan Dieksekusi, Tamu yang Sudah Booking Kamar Tak Akan Dapat Ganti Rugi
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Sejarah Piala Dunia 2006: Kejayaan Italia Mengiringi Akhir Pilu Zinedine Zidane
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Bertemu Presiden Prabowo, Timwas DPR Puji Kesuksesan Haji 2026
• 22 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.