Kemenag Luruskan Pernyataan Nasaruddin Umar Soal Firaun

liputan6.com
4 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) meluruskan narasi yang beredar dengan framing insinuatif atas pernyataan Menag Nasaruddin Umar tentang Nabi Musa dan Firaun. Nasaruddin tak menyamakan siapa pun dengan Firaun.

Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin menjelaskan Nasaruddin memang mengimbau agar aspirasi apapun yang disampaikan kepada pemerintah, harus dilakukan dengan mengedepankan akhlakul karimah. Hal ini sebagaimana Nabi Musa dan Nabi Harun diperintah untuk tetap santun saat akan memberikan nasihat kepada Firaun.

Advertisement

BACA JUGA: Hadir di Wihara Jakbar, Menag Nasaruddin Ajak Umat Beragama Jaga Kedamaian

"Ini bukan berarti Menag menyamakan pemerintah dengan Firaun. Menag menegaskan bahwa orang seperti Firaun pun juga perlu diberikan bahasa santun. Lalu Menag melanjutkan dengan menegaskan, apalagi kalau orang yang akan diberi nasihat atau aspirasi itu bukan Firaun," jelas Kamaruddin, Jumat (19/6/2026).

Dia menyayangkan adanya narasi yang berbeda dari pernyataan yang disampaikan Menag Nasaruddin. Kamaruddin menyebut ada beberapa pernyataan Nasaruddin yang dipotong sehingga menimbulkan interpretasi berbeda di masyarakat.

"Saya sudah mendengarkan rekaman pernyataan Menag saat ditanya media di Makassar. Dan dalam rekaman itu tegas disebutkan bahwa Menag menutup pernyataan dengan kalimat 'apalagi kalau orang itu bukan Firaun'. Frasa ini yang tidak dituliskan dalam banyak narasi dan berita," tuturnya.

Kamaruddin menuturkan pernyataan Menag justru mendudukkan, bahwa kepada orang seperti Firaun yang jelas kafir dan zalim saja Nabi Musa dan Nabi Harun diminta santun.

Apalagi, kata dia, apabila ada orang yang ingin menyampaikan aspirasi kepada Presiden Prabowo yang jelas muslim, mukmin, dan bahkan sedang berjuang menyejahterakan masyarakat Indonesia melalui beragam program afirmasinya.

"Mari hindari memotong kalimat hanya untuk memancing emosi dan memunculkan kesalahpahaman. Mari jauhi upaya adu domba dan tetap jaga persatuan bangsa," jelas Kamaruddin.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Salat DKI Jakarta 19 Juni 2026
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kejaksaan Agung Tetapkan Satu Tersangka Baru, Ungkap Modus Jual Beli Titik Dapur MBG
• 15 jam lalukompas.id
thumb
Berlari di Tengah Udara Jakarta, Amankah?
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Personel Gabungan Disiagakan Jelang Aksi Demo Mahasiswa di Bundaran HI, Jakarta
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Ada Pemadaman Listrik Bergilir, Ini Penjelasan PLN
• 34 menit lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.