Jakarta, ERANASIONAL.COM – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), A.M. Hendropriyono, menegaskan bahwa dirinya maupun orang-orang terdekatnya tidak terlibat dalam upaya penggulingan pemerintahan yang sah.
Pernyataan tersebut disampaikan Hendropriyono untuk merespons isu yang mengaitkan orang-orang di lingkarannya dengan gelombang aksi yang belakangan mengkritik keras pemerintah.
Ia menegaskan tudingan tersebut tidak benar dan merupakan informasi palsu.
“Bahwa saya dan orang-orang yang ada di dekat saya tidak ada yang terlibat. Tidak ada teman-teman maupun keluarga yang tidak mendukung pemerintah,” kata Hendropriyono, Jumat (19/6).
Ia menegaskan tidak pernah mendukung ataupun mengarahkan aksi yang bertujuan menggulingkan pemerintahan yang sah.
Menurut Hendropriyono, penyampaian pendapat di ruang publik merupakan hak warga negara, namun tetap harus dilakukan dalam koridor hukum dan konstitusi.
Karena itu, ia menilai informasi yang menyebut dirinya mendukung gerakan penggulingan pemerintah merupakan hoaks dan fitnah.
Hendropriyono menekankan bahwa persatuan bangsa, ketertiban konstitusi, dan keselamatan negara harus selalu ditempatkan di atas kepentingan golongan maupun ambisi politik sesaat.
Jenderal penerima Bintang Republik Indonesia dari Presiden Prabowo Subianto tersebut mengatakan demokrasi hanya dapat berkembang secara sehat apabila perbedaan pendapat disalurkan melalui cara-cara damai, beradab, dan konstitusional.
Menurutnya, setiap upaya inkonstitusional yang berpotensi mengganggu persatuan bangsa serta mengancam pemerintahan yang sah tidak boleh mendapat ruang dalam kehidupan bernegara.
Hendropriyono juga menegaskan dirinya tetap memegang prinsip menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan stabilitas nasional.
Prinsip tersebut, kata dia, telah dipegang sejak masih aktif sebagai anggota TNI hingga memasuki masa purnatugas.
“Sejak dulu, saya dan teman-teman tentara, yang sekarang purnawirawan, apalagi yang masih aktif, mengabdikan diri kepada negara dalam berbagai penugasan. Prinsip kami sama, menjaga keutuhan Republik Indonesia yang Pancasilais, UUD 1945, dan stabilitas nasional,” ujarnya.
Ia turut mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan membiasakan memeriksa fakta sebelum menyebarkan informasi.
“Saya mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap hoaks, apalagi simulakra. Selalu periksa fakta sebelum menyebarkan informasi, jangan main forward saja,” katanya.
Selain itu, Hendropriyono menegaskan hubungan keluarga tidak dapat dijadikan dasar untuk menyamakan pilihan politik maupun ideologi seseorang.
“Anak, menantu, saudara, besan, maupun kerabat dapat saja memiliki pandangan politik yang berbeda. Tidak selalu sama,” ujarnya.
“Dalam politik, setiap orang bertanggung jawab atas sikap dan tindakannya sendiri, bukan atas hubungan kekeluargaan. Kekerabatan tidak identik dengan kesamaan ideologi. Hubungan darah tidak dapat dijadikan bukti adanya hubungan politik. Itu yang harus dipegang kalau memang kita orang yang melek dan intelek,” lanjutnya. []





