JEMBER, ERANASIONAL.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menyelenggarakan forum musyawarah terbuka bersama jajaran pimpinan Polije (Politeknik Negeri Jember). Pertemuan dwiarah tersebut menjadi sarana efektif untuk menyalurkan rekomendasi, pemikiran kritis, serta evaluasi program kerja dari tiap jurusan.
Pihak perwakilan mahasiswa mendesak percepatan perbaikan gedung asrama serta penyediaan ruang sekretariat bersama yang representatif. Mereka mengharapkan ruang diskusi ini melahirkan keputusan strategis yang berpihak nyata pada kesejahteraan serta kelancaran studi seluruh mahasiswa.
“Kami membawa berbagai catatan penting mengenai fasilitas penunjang serta kebijakan biaya kuliah agar pimpinan memberikan solusi konkret,” tegas Presiden BEM Keisha Rafli Ar Rachman.
Keisha meminta jajaran pengelola kampus memberikan kepastian waktu terkait realisasi perbaikan fasilitas umum di lingkungan ruang belajar. Kelompok mahasiswa siap mengawal seluruh lembar rekomendasi tertulis agar masuk dalam draf prioritas program kerja lembaga.
“Kami menginginkan transparansi penuh dalam pengelolaan sarana prasarana guna menunjang produktivitas kegiatan kreativitas mahasiswa,” kata Keisha menambahkan.
Sementara itu, Direktur Polije mengapresiasi masukan konstruktif yang membantu perancangan peta jalan pengembangan fasilitas belajar secara partisipatif. Pimpinan berkomitmen memasukkan poin-poin usulan prioritas ke dalam draf rencana anggaran operasional untuk periode tahun depan.
“Kami memandang forum ini bukan sekadar agenda tahunan melainkan wadah musyawarah keluarga besar untuk kemajuan institusi,” ujar Direktur Saiful Anwar, S.TP., M.P.
Saiful menyatakan kesiapan pengelola kampus untuk mendata seluruh masukan tertulis mengenai optimalisasi sarana penunjang kelas secara saksama. Otoritas akademik segera meninjau kapasitas finansial internal secara berkala guna merespons aspirasi logis dari perwakilan mahasiswa.
“Kami menargetkan transformasi kelembagaan menuju status kemandirian penuh pada tahun 2029 tanpa menaikkan biaya kuliah mahasiswa,” lanjut Saiful Anwar.
Saiful memaparkan rencana optimalisasi kinerja unit usaha internal guna menghimpun sumber pendapatan mandiri yang produktif. Manajemen siap memperlebar jalinan kemitraan industri nasional serta meningkatkan komersialisasi produk inovasi dosen demi mendukung operasional pendidikan vokasi.





