Tutup Pelatihan TIK DNIKS-Komdigi, Gus Choi: Penyandang Disabilitas Punya Hak Akses Informasi

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA -  

Ketua umum Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) A Effendy Choire resmi menutup kegiatan Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta Program Pandu Literasi Digital bagi penyandang disabilitas yang diselenggarakan melalui kolaborasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS).

BACA JUGA: Gus Coi Berbagi Kisah Duka ke Fahri Hamzah

Kegiatan yang diikuti para penyandang disabilitas dari berbagai komunitas tersebut bertujuan meningkatkan kecakapan digital dan memperluas akses informasi.

"Kita mendukung dam memperkuat kemampuan peserta dalam memanfaatkan teknologi secara produktif, aman, dan bertanggung jawab," katanya saat menutup Pelatikan TIK dan Pandu Literasi Digital di Kantor DNIKS, Jumat (19/6/2026).

BACA JUGA: Wujudkan Semangat Iduladha 2026, DNIKS Bagikan Daging Kurban Kepada Warga Prasejahtera Hingga Penyandang Disabilitas

Dalam sambutannya, Gus Choi menegaskan bahwa transformasi digital harus dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok disabilitas.

"Literasi digital merupakan salah satu instrumen penting untuk mendorong kesetaraan kesempatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ujarnya lagi.

BACA JUGA: Di Hadapan Ketua DPD RI dan APKASI, Ketua DNIKS Dorong Pemerintah Prioritaskan Atasi Masalah Kesejahteraan Sosial

Lebih jauh, Gus Choi-sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi digital harus menjadi sarana pemberdayaan bagi semua warga negara tanpa terkecuali.

"Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses pengetahuan, informasi, serta kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan nasional," paparnya.

Gus Choi menambahkan penguasaan teknologi informasi akan membuka peluang yang lebih besar bagi penyandang disabilitas dalam bidang pendidikan, pekerjaan, kewirausahaan, hingga aktivitas sosial di tengah masyarakat.

"Tentu kita mengapresiasi kerja sama antara Komdigi dan DNIKS yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah mewujudkan transformasi digital yang inklusif dan berkeadilan."

Sementara itu, Ketua DNIKS RA Dya Loretta Kartikasari mengatakan Program Pelatihan TIK dan Pandu Literasi Digital merupakan bagian dari upaya memperkuat kemampuan masyarakat dalam menghadapi perkembangan era digital.

Melalui pendekatan yang ramah disabilitas, peserta dibekali berbagai materi mulai dari pemanfaatan internet secara produktif, keamanan digital, etika bermedia digital, hingga pengembangan peluang ekonomi kreatif berbasis teknologi.

Lebih jauh Loretta-sapaan akrabnya, menyatakan bahwa kolaborasi dengan Komdigi merupakan bentuk nyata komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan sosial kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas.

"Melalui peningkatan literasi digital, diharapkan para peserta mampu menjadi individu yang lebih mandiri dan memiliki daya saing di era digital," ujarnya.

Selama pelatihan, peserta memperoleh pembekalan mengenai empat pilar literasi digital, yakni kecakapan digital (digital skills), keamanan digital (digital safety), budaya digital (digital culture), serta etika digital (digital ethics).

Selain itu, peserta juga didorong menjadi agen literasi digital yang mampu menyebarkan pemahaman mengenai penggunaan ruang digital yang sehat dan bertanggung jawab di lingkungan masing-masing.

Penutupan kegiatan berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan.

Para peserta menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program tersebut karena memberikan kesempatan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk meningkatkan kemampuan dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Gus Coi berharap melalui sinergi antara Komdigi dan DNIKS ini makin banyak masyarakat penyandang disabilitas yang memperoleh akses terhadap pendidikan dan literasi digital, sehingga terwujud ekosistem digital Indonesia yang inklusif, aman, serta memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejar Perpanjangan IUPK, Freeport Ajukan Draf Divestasi Saham ke Pemerintah
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Khozinudin Nyatakan Perang Terbuka Melawan Jokowi usai Roy Suryo Ditangkap!
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
John Herdman Mengaku Deg-degan Bertemu Presiden Prabowo
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Didit Prabowo Sungkem dan Cium Tangan Jokowi usai Pertemuan Tertutup 30 Menit
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
IRGC Iran siap kembali perang jika AS dan Israel kembali menyerang
• 1 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.