Emiten jasa logistik PT BSA Logistic Indonesia Tbk (WBSA) akan mengakuisisi 99,99% saham PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) senilai Rp 215 miliar menggunakan dana hasil penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Rencana tersebut telah mendapat persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Independen (RUPSI) WBSA yang digelar pada Jumat (19/6).
Lewat akuisisi tersebut, WBSA akan berekspansi ke bisnis logistik maritim atau jasa angkutan laut. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi yang telah disiapkan perseroan setelah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 April lalu. Dengan "mencaplok" BIL, WBSA akan menguasai bisnis angkutan laut yang menjangkau berbagai wilayah di Indonesia sekaligus menambah sumber pendapatan baru dari segmen pelayaran.
Direktur Utama WBSA, Edwin Wibowo mengatakan, perseroan segera menyelesaikan proses akuisisi setelah memperoleh persetujuan pemegang saham. Menurutnya, transaksi ini menjadi langkah penting untuk mewujudkan visi WBSA sebagai perusahaan logistik terpadu yang terintegrasi dan andal di Indonesia.
"Kemampuan mengintegrasikan layanan transportasi darat, laut, dan pergudangan dalam satu solusi logistik terpadu menjadi keunggulan kompetitif yang membedakan WBSA di mata pelanggan korporasi," ungkap Edwin dalam keterangan resmi, Jumat (19/6).
BIL adalah perusahaan induk nonoperasional yang membawahi entitas operasional dengan jaringan lebih dari 200 kapal tongkang yang melayani pengiriman di berbagai wilayah Indonesia.
Akuisisi BIL oleh WBSA diharapkan memperkuat strategi jangka panjang perseroan untuk memperluas lini usaha sekaligus melengkapi portofolio layanan logistik yang telah dimiliki. Perseroan juga akan memperluas ekspansi ke sektor-sektor primer seperti pertambangan dan komoditas hulu serta memperkuat penetrasi pasar di luar Pulau Jawa.
WBSA menilai integrasi bisnis tersebut akan menciptakan sinergi operasional dan komersial. Dengan mengendalikan rantai logistik dari hulu hingga hilir, perseroan optimistis dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus menekan biaya operasional.
Efisiensi tersebut diharapkan mendorong pertumbuhan skala usaha, meningkatkan profitabilitas, serta memperkuat pangsa pasar WBSA di segmen logistik business-to-business (B2B).
Edwin mengatakan, akuisisi ini bukan sekadar ekspansi bisnis. Melainkan investasi strategis untuk menopang pertumbuhan jangka panjang perusahaan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham.
Dia mengatakan, dengan skala usaha yang lebih besar dan kemampuan layanan door-to-door dari hulu hingga hilir, WBSA akan memiliki daya saing yang jauh lebih kuat untuk membangun konektivitas di seluruh Indonesia dan meningkatkan daya saing rantai pasok nasional.
“Kami percaya WBSA akan menjadi engine for growth yang bertumbuh bersama pelanggan, mitra, dan kemajuan ekonomi Indonesia," ujar Edwin.
Saat ini, WBSA mengoperasikan sekitar 1.000 armada. Perseroan juga masih membuka peluang untuk menambah armada sesuai kebutuhan bisnis dan perkembangan pasar.
Pada perdagangan sesi kedua Jumat (19/6) pukul 14.51 WIB, saham WBSA turun 1,99% atau 15 poin ke level Rp 740 per saham. Meski terkoreksi, harga saham perseroan masih telah melonjak 340,48% sejak melantai di BEI 10 April lalu.




