REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT – Seorang komandan batalion tank pasukan penjajahan Israel (IDF) dan tiga tentara lainnya tewas dalam serangan Hizbullah di Lebanon selatan semalam. Kematian-kematian itu menambah panjang daftar tentara IDF yang tewas di Lebanon belakangan.
Merujuk Times of Israel, IDF mengumumkan perwira yang terbunuh berpangkat letnan kolonel berusia 32 tahun. Ia komandan Batalyon 52 Brigade Lapis Baja 401, dari Beit HaShita. Nama-nama prajurit lainnya diperkirakan akan dipublikasikan kemudian.
- Perwira Tinggi Israel Tumbang Kena Bom di Lebanon Selatan
- Israel Terus Serang Lebanon Usai Gencatan Senjata AS-Iran, Penasihat Senior Mojtaba Hilang Kesabaran
- Menteri Israel Ben Gvir Tolak Perdamaian AS-Iran, Serukan Terus Serang Lebanon
Dalam insiden tak lama setelah tengah malam, sebuah pesawat tak berawak atau rudal anti-tank yang diduga menyerang tank komandan batalion di desa Kfar Tebnit, Lebanon selatan. Penyebab pasti ledakan yang menewaskan keempat awak tank tersebut masih diselidiki lebih lanjut oleh IDF.
Perwira tinggi yang tewas menggantikan komandan batalion sebelumnya, yang terluka parah di Lebanon selatan pada bulan April.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Israel masih terus melakukan pendudukan dan serangan ke Lebanon meski AS dan Iran sudah menandatangani memorandum gencatan senjata yang meliputi wilayah itu. Sejauh ini lebih dari 3.000 warga Lebanon dibunuh Israel dalam agresi sejak Februari itu.
Sementara pejuang Hizbullah juga terus melancarkan perlawanan. Pada Kamis, sebuah bom meledak di daerah Tirus di Lebanon selatan dekat sektor komando Divisi 36 tentara Israel. Ledakan itu menewaskan seorang sersan senior dan melukai tujuh tentara lainnya termasuk para perwira tinggi.
Berdasarkan rincian operasional, pada Rabu sekitar pukul 17.00, sebuah tim tempur dari elemen markas wakil komandan Divisi 36, bersama personel Brigade Givati, sedang melakukan patroli di daerah Litani dekat kota Taybeh ketika sebuah alat peledak rakitan meledak melawan pasukan tersebut.
Akibat ledakan tersebut, seorang sersan senior cadangan tewas, sedangkan tujuh personel lainnya luka-luka. Pasukan pendudukan Israel menyatakan bahwa penyelidikan atas insiden tersebut sedang berlangsung.
Di antara korban luka adalah wakil komandan Divisi 36 (seorang kolonel), seorang komandan batalyon cadangan di Brigade 556 (letnan kolonel), dan seorang prajurit cadangan.
Saluran Israel lebih lanjut mencatat bahwa insiden itu terjadi beberapa jam setelah lima tentara terluka ketika dua drone bermuatan bahan peledak menyerang pasukan dan unit evakuasi dalam serangan terpisah dan berturut-turut, yang salah satunya menyebabkan seorang tentara dalam kondisi serius.
Kementerian Kesehatan Israel melaporkan bahwa total 9.230 korban telah dirawat di rumah sakit sejak dimulainya agresi militer Israel ke Lebanon pada 28 Februari. Kementerian menambahkan bahwa 21 korban luka baru tercatat sejak pembaruan data terakhir pada hari Senin.
Data tersebut juga menunjukkan bahwa rumah sakit di "Israel" mencatat 1.331 korban luka di front utara saja setelah penerapan gencatan senjata dengan Iran, sementara 913 korban luka dilaporkan dari sektor yang sama setelah "gencatan senjata" dengan Lebanon.




