Sesmenko Perekonomian Ungkap Potensi Investasi di 3 KEK Tembus Rp 557 Triliun

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengungkapkan minat investor asing menanamkan investasi di Indonesia masih tinggi. Ia mencontohkan potensi investasi baru yang masuk ke tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) manufaktur yakni KEK Gresik, KEK Kendal, dan KEK Galang Batang di Bintan, mencapai Rp 557 triliun.

Susiwijono mengatakan ketiga kawasan tersebut saat ini telah dipenuhi investasi yang ada. Sehingga membutuhkan tambahan lahan untuk menampung investor baru yang ingin masuk.

“Yang asing yang mau masuk, di tiga KEK saja kita hitung sekitar Rp 557 triliun ultimate ya, tidak dalam waktu segera. Dia kan konstruksi dulu, bangun smelter, bangun macem-macem,” kata Susiwijono kepada wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (19/6).

Susiwijono menjelaskan, KEK Gresik mengajukan perluasan lahan sekitar 1.200 hektare karena kapasitas yang ada sudah hampir penuh dan banyak investor asing masih mengantre untuk masuk.

Sementara itu, KEK Kendal yang saat ini memiliki luas sekitar 1.000 hektare disebut telah terisi penuh. Kondisi itu membuat pengelola kawasan mengusulkan tambahan lahan sekitar 1.000 hektare untuk mengakomodasi investasi baru.

Susiwijono mengatakan di KEK Galang Batang, Bintan, permintaan investasi baru juga terus berdatangan, terutama dari sektor alumina, petrokimia, dan industri turunannya. Kawasan tersebut bahkan mengajukan perluasan hingga sekitar 2.600 hektare.

Menurut Susiwijono, permintaan perluasan kawasan yang terjadi secara bersamaan di tiga KEK manufaktur itu menjadi indikator kuat kalau investor asing masih menaruh kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia.

“Faktanya tiga KEK ini benar-benar terjadi dan malah mengajukan perluasannya dua kali lipat gitu,” ujar Susiwijono.

Susiwijono menilai data tersebut dapat menjadi jawaban atas berbagai keraguan yang kerap muncul di pasar keuangan terkait kepercayaan investor asing terhadap Indonesia, terutama ketika terjadi fluktuasi baik nilai tukar rupiah maupun pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Efisiensi Operasional BRI Finance Menguat di Tengah Tingginya Cost of Fund
• 3 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Pemprov DKI Gelar Haul Ulama dan Habaib Betawi 2026 di Monas, Hadirkan Habib Syech
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bangunan Hotel Sultan Akan Diapakan Usai Diserahkan ke Negara? Ini Kata PPKGBK
• 10 jam laludetik.com
thumb
Davina Karamoy Ngaku Terima Uang Saku dari Hanania Travel, Kini Sudah Dikembalikan ke Polisi
• 21 jam lalugrid.id
thumb
Kilau Harga Emas Tergerus Dolar As yang Bersinar
• 9 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.