Grid.ID – Profil Amithya Ratnanggani Sirraduhita, Ketua DPRD Malang menjadi sorotan di tengah aksi Aliansi Mahasiswa Resah Brawijaya (Amarah Brawijaya) yang menggelar demonstrasi bertajuk Indonesia Gawat Darurat (IGD) di depan Gedung DPRD Kota Malang di depan Gedung DPRD Kota Malang.
Demonstrasi yang diikuti ratusan mahasiswa tersebut mengkritik kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di tengah demonstrasi yang berlangsung, profil Amithya Ratnanggani Sirraduhita mengemuka karena ia terang-terangan menolak Program MBG.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu menyatakannya di hadapan massa. Aksi demonstrasi tersebut diikuti ratusan mahasiswa yang sebelumnya melakukan long march dari Universitas Brawijaya menuju kawasan Balai Kota dan DPRD Kota Malang.
Amithya datang bersama sejumlah anggota DPRD Kota Malang dari berbagai fraksi untuk berdialog langsung dengan massa aksi.
Dalam dialog terbuka di depan para demonstran, Amithya Ratnanggani Sirraduhita mengaku memahami keresahan yang disampaikan mahasiswa terkait kondisi nasional dan sejumlah program pemerintah yang dinilai bermasalah.
Ia bahkan secara tegas menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan sikap penolakan terhadap program MBG.
“Kami mohon maaf atas keresahan mahasiswa sekalian, atas beberapa program dari pemerintah yang kurang sempurna. Kami bersama para mahasiswa, kami sampaikan kami menolak MBG,” ujarnya.
Pernyataan tersebut langsung mendapat sorotan karena disampaikan secara terbuka oleh pimpinan DPRD di tengah meningkatnya gelombang kritik mahasiswa terhadap program unggulan pemerintah pusat tersebut.
Profil Amithya Ratnanggani Sirraduhita
Nama Amithya Ratnanggani Sirraduhita kini dikenal sebagai Ketua DPRD Kota Malang. Namun sebelum aktif di dunia politik, perempuan lulusan Sastra Inggris Universitas Negeri Malang (UM) itu lebih dulu mengabdikan diri di dunia pendidikan.
Amithya sempat menjadi guru Sekolah Dasar (SD) di Kota Malang selama satu tahun. Pengalaman sebagai tenaga pendidik menjadi salah satu fase awal perjalanan hidupnya sebelum akhirnya terjun ke panggung politik.
Pendidikan sarjananya diselesaikan di Universitas Negeri Malang dalam waktu sekitar 3,5 tahun. Dari bangku kuliah itulah, kemampuan komunikasi dan pemahamannya terhadap masyarakat mulai terbentuk.
Perjalanan politik dalam profil Amithya Ratnanggani Sirraduhita dimulai pada tahun 2012 ketika dirinya menjadi tenaga ahli anggota DPR RI di Senayan, Jakarta.
Pengalaman bekerja di lingkungan parlemen nasional memberinya banyak pembelajaran mengenai sistem politik dan pemerintahan. Meski saat itu belum terlibat langsung dalam politik praktis, Amithya mengaku atmosfer kerja di DPR RI memberikan pengalaman berharga yang membentuk cara pandangnya terhadap dunia politik.
Ia menilai pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran sebelum akhirnya terjun langsung sebagai politisi.
Amithya bukan sosok yang asing dengan dunia politik. Ia merupakan anak dari pasangan politisi Sirmadji dan Sri Rahayu. Sejak kecil, dirinya telah melihat bagaimana kedua orangtuanya menjalankan aktivitas politik dan pengabdian kepada masyarakat. Meski awalnya hanya sebatas mengamati, lingkungan keluarga tersebut secara perlahan membentuk pemahamannya mengenai politik dan kepemimpinan.
Bagi Amithya, politik bukan sesuatu yang asing dalam kehidupan sehari-hari. Dari keluarganya pula, ia belajar tentang tanggung jawab, amanah, serta pentingnya moral dan etika dalam memimpin.
Ibunya, Sri Rahayu, disebut memberikan banyak pesan penting kepadanya, terutama agar tetap menjaga integritas dalam menjalankan jabatan publik.
Meski kini menduduki kursi Ketua DPRD Kota Malang, Amithya mengaku tidak pernah memiliki ambisi besar terhadap jabatan politik tertentu.
Baginya, yang terpenting adalah bekerja maksimal dan menjalankan amanah dengan baik. Ia lebih memilih fokus pada apa yang bisa dikerjakan daripada mengejar target politik pribadi.(*)
Artikel Asli




