Bisnis.com, JAKARTA - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) memperkuat arah keberlanjutan perusahaan melalui penyusunan Roadmap Environmental, Social, and Governance (ESG) 2026–2030. Peta jalan ini disusun sebagai arah strategis dalam mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam proses bisnis konstruksi, mulai dari desain, pengadaan, pelaksanaan proyek, pengelolaan supply chain, hingga pelaporan kinerja keberlanjutan.
Roadmap ESG WEGE berfokus pada isu material yang relevan bagi industri konstruksi, seperti efisiensi energi dan air, pengurangan emisi, pengelolaan limbah konstruksi, penggunaan material berkelanjutan, keselamatan kerja, hak tenaga kerja, manajemen risiko, etika bisnis, keamanan informasi, serta tata kelola rantai pasok.
Direktur QHSE dan Pemasaran WEGE, Wahyu Hadi Prasetyo, menyampaikan bahwa Roadmap ESG menjadi instrumen manajemen untuk memperkuat daya tahan bisnis dan meningkatkan akuntabilitas perusahaan. “ESG bagi WEGE bukan hanya komitmen, tetapi kerangka kerja untuk memperbaiki proses bisnis, memperkuat pengelolaan risiko, meningkatkan efisiensi sumber daya, serta membangun kepercayaan pelanggan, investor, dan pemangku kepentingan,” ujar Wahyu.
Dalam aspek lingkungan, WEGE menargetkan seluruh proyek besar memiliki perhitungan awal emisi karbon Scope 1 dan Scope 2 pada 2026. Perusahaan juga menargetkan penurunan emisi karbon per proyek sebesar 5% pada 2028 dibanding baseline 2026, serta penurunan intensitas energi dan emisi melalui efisiensi energi, digitalisasi pemantauan, penggunaan energi rendah karbon, dan peningkatan praktik konstruksi berkelanjutan.
WEGE juga mendorong peningkatan portofolio proyek berkelanjutan melalui green building, modular construction,
BIM, digital twin, dan penggunaan material rendah karbon. Pada 2029, perusahaan menargetkan sedikitnya 5 proyek strategis tersertifikasi green building, seperti Greenship, EDGE, atau LEED.
Dari sisi sosial, Roadmap ESG WEGE berfokus pada penguatan budaya keselamatan kerja, peningkatan kompetensi tenaga kerja, penerapan praktik ketenagakerjaan yang adil dan menghormati hak asasi manusia, serta peningkatan hubungan dengan pelanggan dan mitra kerja. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, WEGE menargetkan Total Recordable Incident Rate (TRIR) berada di bawah 1 per 200.000 jam kerja mulai 2026.
Pada aspek tata kelola, WEGE secara bertahap memperkuat transparansi pelaporan, integrasi ESG ke dalam KPI manajemen, pemetaan risiko berbasis ESG melalui SIMRISK, penguatan etika bisnis, penerapan sustainable procurement, serta kesiapan pelaporan keberlanjutan berbasis standar global, termasuk IFRS S1 dan IFRS S2.
Melalui Roadmap ESG 2026–2030, WEGE menegaskan arah transformasinya sebagai perusahaan konstruksi gedung yang adaptif terhadap tuntutan keberlanjutan, berorientasi pada tata kelola berbasis risiko, serta berkomitmen menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan, investor, karyawan, mitra kerja, masyarakat, dan lingkungan. Komitmen tersebut diperkuat melalui penandatanganan berita acara kesepakatan oleh seluruh fungsi terkait di lingkungan WEGE sebagai dasar pelaksanaan ESG yang bertahap, terukur, dan berkelanjutan dalam proses bisnis perusahaan.





