EtIndonesia.com Meskipun Amerika Serikat dan Iran telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding) dalam bentuk elektronik, situasi di kawasan Teluk Persia dilaporkan masih tetap tegang.
Diikutip NTD, Kamis (17/6/2026), menurut laporan NBC News yang mengutip keterangan pejabat Amerika Serikat, sejak penandatanganan perjanjian tersebut, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) setiap malam dikabarkan meluncurkan beberapa drone yang diarahkan ke kapal-kapal dagang yang melintasi selat sebagai bentuk gangguan atau intimidasi.
Militer Amerika Serikat menyatakan bahwa drone-drone tersebut telah berhasil dicegat dan ditembak jatuh sebelum menimbulkan ancaman terhadap kapal-kapal komersial.
Selain itu, pihak militer AS mengatakan bahwa mereka terus berkoordinasi dengan perusahaan dan operator pelayaran komersial untuk memastikan kapal-kapal dapat melintas dengan aman melalui jalur laut strategis tersebut, yang merupakan salah satu rute utama pengiriman energi dunia. (***)





