Pantau - Produk herbal asal Indonesia berhasil meraih kesepakatan bisnis senilai Rp2,5 miliar untuk pengiriman perdana ke Arab Saudi melalui kerja sama antara PT Dami Sariwana dan Al Itholah Trading yang ditandai dengan penandatanganan Letter of Agreement.
Kesepakatan tersebut menjadi langkah penting dalam memperluas akses pasar produk herbal Indonesia di kawasan Timur Tengah yang saat ini menunjukkan tren peningkatan permintaan terhadap produk kesehatan dan gaya hidup sehat.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi mengatakan, “Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi pelaku usaha, Kemendag, dan perwakilan perdagangan RI di luar negeri dalam membuka akses pasar. Kami berharap, kesepakatan pengiriman perdana ini membuka lebar kesempatan peningkatan ekspor produk herbal Indonesia ke Timur Tengah.”
Pengiriman Perdana Dijadwalkan Juli 2026Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah Bagas Haryotejo menjelaskan meningkatnya tren hidup sehat di Arab Saudi menjadi peluang besar bagi produk herbal Indonesia untuk menembus pasar negara tersebut.
Untuk menjaga keberlanjutan kerja sama, ITPC Jeddah melakukan verifikasi menyeluruh terhadap kredibilitas importir sebelum penandatanganan perjanjian dilakukan.
“Langkah preventif ini penting untuk memastikan kredibilitas mitra usaha dan memberikan rasa aman bagi eksportir Indonesia,” ungkap Bagas.
Kesepakatan dagang tersebut mencakup tiga produk herbal unggulan Indonesia, yakni suplemen vitalitas pria, suplemen penurun gula darah, dan produk pelangsing tubuh.
Pada tahap awal, pengiriman akan dilakukan sebanyak satu kontainer yang dijadwalkan berangkat pada Juli 2026 setelah memenuhi persyaratan otoritas pangan dan obat-obatan Arab Saudi atau Saudi Food and Drug Authority (SFDA).
Perdagangan Nonmigas Indonesia-Arab Saudi Terus TumbuhKerja sama ekspor produk herbal ini diharapkan semakin memperkuat hubungan perdagangan nonmigas antara Indonesia dan Arab Saudi yang terus mencatatkan kinerja positif.
Pada periode Januari hingga April 2026, total perdagangan nonmigas kedua negara mencapai 1,02 miliar dolar AS.
Nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Arab Saudi tercatat sebesar 675,80 juta dolar AS, sementara impor nonmigas dari Arab Saudi mencapai 345,90 juta dolar AS sehingga Indonesia membukukan surplus sebesar 329,90 juta dolar AS.
Sepanjang 2025, total perdagangan nonmigas Indonesia-Arab Saudi mencapai 3,94 miliar dolar AS dengan nilai ekspor Indonesia sebesar 2,88 miliar dolar AS dan impor sebesar 1,06 miliar dolar AS.
Capaian tersebut membuat Indonesia mencatatkan surplus perdagangan nonmigas terhadap Arab Saudi sebesar 1,82 miliar dolar AS.




