Ducati Indonesia masih belum menetapkan harga resmi untuk DesertX V2 yang baru meluncur di Tanah Air. Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, hingga kenaikan biaya logistik menjadi sejumlah faktor yang membuat banderol motor adventure tersebut masih dalam tahap perhitungan.
Director of Aftersales Ducati Indonesia, Dito Mulyawadi, menjelaskan penentuan harga tidak hanya dipengaruhi kurs mata uang asing. Biaya distribusi, terutama pengiriman unit dari luar negeri menggunakan jalur udara, juga ikut menentukan harga jual ke konsumen.
“Betul (belum ada harga karena dolar naik), jadi kita harus ngerumusin lagi. Karena bukan hanya dolar, semua motor kita dikirim menggunakan pesawat udara. Jadi otomatis tadi biaya pengiriman karena harga avtur naik,” ujar Dito saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).
“Jadi faktor-faktor lain yang berkaitan dengan ornamen harga itu akan disesuaikan,” lanjutnya.
Meski harga resmi belum diumumkan, Ducati Indonesia telah memberikan gambaran kisaran banderol DesertX V2. Mengacu pada model generasi sebelumnya yang dijual Rp 678 juta, harga motor terbaru tersebut diperkirakan akan berada di level Rp 700 jutaan.
Kendati demikian, konsumen yang berminat sudah bisa melakukan pemesanan lebih awal. Ducati Indonesia tetap membuka surat pemesanan kendaraan (SPK) dengan uang muka yang disesuaikan dengan harga akhir motor.
“Bisa dipesan kasih DP aja, kalau untuk SPK, biasanya kita di angka Rp 25 juta sampai Rp 100 juta tergantung dari harga motornya nantinya,” kata dia.
Terkait ketersediaan unit, Dito memastikan tidak ada pembatasan khusus dari Ducati Indonesia. Jumlah motor yang masuk akan mengikuti alokasi dan target yang diberikan prinsipal.
“Karena prinsipal sudah punya target terhadap kita. Walaupun mungkin kita tidak bisa memenuhi 100 persen tapi kita tetap berjalan seperti biasa. Jadi tetap kita tidak ada limit,” lanjutnya.
Untuk pengiriman perdana, Ducati Indonesia memperkirakan akan menerima sekitar 10 unit DesertX V2. Namun jumlah tersebut masih dapat berubah mengikuti permintaan pasar.
Dari sisi distribusi, Ducati memiliki dua basis perakitan utama, yakni di Italia dan Thailand. Khusus pasar Asia Pasifik, sebagian besar model biasanya disuplai dari Thailand.
Namun Indonesia disebut mendapat perhatian khusus dari prinsipal global. Bahkan untuk beberapa model tertentu, unit dikirim langsung dari Italia karena dinilai sebagai salah satu pasar potensial di kawasan.
“Sehingga terkadang di Asia, kalau kita bisa lihat, DesertX di Asia belum masuk. Kayak kita flashback ke yang lalu, Panigale V2 di Asia belum ada yang punya. Satu-satunya Indonesia yang masuk,” tuturnya.
“Kenapa? Karena Italia melihat kita sebagai salah satu market yang cukup baik. Sehingga unit dari Italia dikirim langsung ke Indonesia,” pungkas Dito.





