Ruben Onsu Sulit Bertemu Anak, Ternyata Ini yang Bisa Dirasakan Sang Buah Hati

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

VIVA –Polemik antara Ruben Onsu dan Sarwendah terus menyita perhatian publik. Sebagaimana diketahui, sejak awal bulan ini keduanya berselisih setelah Ruben kesulitan untuk bertemu dan berkumpul dengan anak-anaknya setelah perceraian.

Padahal  setelah perceraian sebenarnya sudah ada kesepakatan yang mengatur mengenai waktu kebersamaan Ruben dengan anak-anaknya. Dalam perjanjian tersebut, Ruben disebut memiliki hak untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama anak-anak selama dua hingga tiga hari setiap minggu. Namun hingga kini kesepakatan tersebut belum terlaksana.

Baca Juga :
Ruben Onsu Kesulitan Bertemu Anak, Kenapa Kondisi Ini Bisa Sangat Menyakitkan bagi Orang Tua?
Perseteruan dengan Sarwendah Jadi Konsumsi Publik, Perjalanan Spiritual Ruben Onsu hingga Mualaf Kembali Disorot

Tak hanya orang tua yang merasakan kesedihan, anak juga bisa mengalami dampak emosional ketika jarang bertemu ayah atau ibunya setelah perceraian. Melansir laman Austrealian Institute of Family Studies, Jumat 19 Juni 2026, anak-anak juga dapat merasakan dampak emosional yang sangat besar ketika jarang bertemu salah satu orang tua setelah perceraian. 

Dijelaskan bahwa minimnya interaksi dengan ayah atau ibu sering kali memunculkan perasaan ditinggalkan, ditolak, sedih, dan bingung. Jika perasaan-perasaan tersebut tidak tersalurkan dengan baik, seiring waktu dampaknya bisa muncul dalam bentuk kecemasan, perubahan perilaku, hingga kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial.

Berikut beberapa dampak emosional yang umum dialami anak:

1. Merasa Ditolak dan Kurang Berharga

Anak sering kali belum mampu memahami alasan sebenarnya mengapa salah satu orang tua jarang hadir dalam hidup mereka. Akibatnya, mereka bisa menyalahkan diri sendiri dan berpikir bahwa ketidakhadiran orang tua tersebut terjadi karena mereka tidak cukup baik atau tidak cukup disayangi.

2. Mengalami Kesedihan dan Kehilangan

Melansir laman Associaton of Child Psychotherapists, perceraian tidak hanya mengubah hubungan antara suami dan istri, tetapi juga mengubah kehidupan anak. Mereka kehilangan kebersamaan keluarga yang sebelumnya menjadi bagian dari keseharian. Selain itu, anak juga bisa merasa terjebak di antara dua pihak dan mengalami konflik batin karena ingin tetap dekat dengan kedua orang tuanya.

3. Muncul Rasa Cemas dan Tidak Aman

Hubungan yang tidak stabil atau jarangnya pertemuan dengan salah satu orang tua dapat membuat anak merasa tidak memiliki kepastian. Kondisi ini bisa memicu rasa takut ditinggalkan, kesulitan mempercayai orang lain, bahkan terbawa hingga mereka dewasa.

Baca Juga :
Dari Taiwan hingga Beijing, Terungkap Latar Pendidikan Sarwendah yang Kini Sering Live Jualan Bareng Giorgio Antonio
Sering Pamer Kemesraan di Media Sosial, Kini Hubungan Betrand Peto dan Aqila Zhavira Kandas
Ngaku Jadi CEO, Giorgio Antonio Kuliah di Mana? Jejak Pendidikan Pacar Sarwendah Terkuak

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejar Perpanjangan IUPK, Freeport Ajukan Draf Divestasi Saham ke Pemerintah
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Ganjar Tepis PDIP Dianggap Abu-abu: Mari Kita Saling Bercermin
• 5 jam laludetik.com
thumb
Swiss Hajar Bosnia 4-1, Murat Yakin Ungkap Keputusan Penting usai Jeda Minum Jadi Penentu Kemenangan
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Jadwal Salat Kota Surabaya 19 Juni 2026
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Disdik Makassar Umumkan Hasil SPMB Jalur Non-Domisili, Jalur Domisili Dibuka 22 Juni
• 22 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.