Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, optimistis Morgan Stanley Capital International (MSCI) akan mempertahankan status pasar modal Indonesia dalam kategori pasar berkembang atau emerging market.
Lembaga penyedia indeks saham global itu dijadwalkan merilis MSCI Market Classification Review pada 23 Juni malam waktu setempat atau 24 Juni pagi waktu Indonesia. Hasil tersebut secara resmi akan menentukan apakah Indonesia mempertahankan status emerging market atau mengalami perubahan peringkat.
Menurut Jeffrey, berbagai perkembangan yang disampaikan dalam hasil peninjauan MSCI terbaru memberikan harapan besar bagi Indonesia untuk tetap berada di kategori emerging market.
“Pasar juga akan melihat secara objektif apa yang sudah dilakukan oleh Bursa [Efek Indonesia] empat bulan ini. Tentu kita tidak berandai-andai, kita tunggu saja hasilnya,” kata Jeffrey kepada wartawan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Jumat (19/6).
Berdasarkan berbagai reformasi dan perbaikan yang telah dijalankan, Jeffrey berharap pasar modal Indonesia tetap berada di kelompok emerging market. Menurutnya, langkah-langkah tersebut menjadi modal penting dalam proses evaluasi oleh MSCI.
“Tentu kita punya harapan sangat besar bahwa Indonesia akan tetap di emerging market,” ucap Jeffrey.
Jeffrey menegaskan BEI akan terus melanjutkan reformasi pasar modal, termasuk meningkatkan transparansi, memperkuat tata kelola, dan memperbaiki berbagai aspek infrastruktur pasar.
“Kami harus optimistis karena kita sudah melakukan banyak hal. Klarifikasi dan diskusi itu rutin dilakukan. Baik dari pihak MSCI mengklarifikasi ke kami, dan sebaliknya kami mengklarifikasi ke MSCI,” tutur Jeffrey.





