Gibran Lanjut Kunker ke Gorontalo, Tinjau Bendungan hingga Ajak Anak Panti Belanja

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melanjutkan kunjungan kerja ke Gorontalo pada Jumat (19/6/2026), setelah sehari sebelumnya bertolak ke Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berdasarkan pantauan Bisnis di lokasi, Gibran mengawali agenda dengan mengunjungi SDN 07 Bulango, sekolah yang sempat mengalami kebakaran pada 2022.

Hingga kini, sekolah tersebut belum pulih sepenuhnya. Satu dari empat ruang kelas masih belum diperbaiki, meski proses rehabilitasi akan dilanjutkan secara bertahap.

Gibran berdialog dengan pihak sekolah sambil meninjau kondisi ruang belajar dan sarana pendukung pascakebakaran. Dalam kesempatan itu, dia memastikan pemerintah siap membantu proses perbaikan.

"Nanti kita bantu," ujar Gibran di lokasi.

Tinjau Bendungan Bulango Ulu

Usai dari sekolah, Gibran melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Bone Bolango untuk meninjau progres pembangunan Bendungan Bulango Ulu.

Baca Juga

  • Gibran Minta Pembangunan KDMP Jangan jadi Saingan Pelaku Usaha Kecil
  • Ikut Gibran Kunker di NTT, Mahasiswa Nyatakan MBG dan KDMP Harus Diprioritaskan di 3T
  • Libur Sekolah, Gibran Sebut Saatnya Evaluasi Menyeluruh Program MBG

Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, peninjauan dilakukan guna memastikan percepatan penyelesaian proyek strategis nasional yang diproyeksikan memperkuat ketahanan pangan, mengurangi risiko banjir, serta memenuhi kebutuhan air baku di Gorontalo.

Setibanya di lokasi, Gibran menerima pemaparan dari Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bulango Ulu, Ali Rahmat, sebelum meninjau area bendungan.

Ali menjelaskan progres fisik pembangunan Bendungan Bulango Ulu telah mencapai 94,99% dan ditargetkan rampung pada 2026. Adapun pekerjaan yang masih tersisa meliputi penyelesaian terowongan, plugging, dan bottom outlet.

“Insya Allah tahun ini semua selesai, Pak. Pekerjaan bendungan tinggal menyisakan pekerjaan terowongan, plugging, kemudian pekerjaan bottom outlet,” ujar Ali.

Menurut Ali, bendungan tersebut akan menyediakan air baku sebesar 2.200 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo, dan Kabupaten Bone Bolango.

Selain itu, Bendungan Bulango Ulu diproyeksikan mampu mereduksi potensi banjir hingga 43% di Kota Gorontalo dengan pengendalian debit air pada area seluas sekitar 629 hektare.

Bendungan itu juga dirancang mendukung pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas 5 megawatt serta meningkatkan layanan irigasi pertanian. Infrastruktur tersebut akan menopang irigasi eksisting seluas 4.100 hektare dan membuka tambahan layanan irigasi baru seluas 750 hektare.

Menurut Ali, kehadiran bendungan diperkirakan mampu meningkatkan indeks pertanaman dari 250 menjadi 350 atau mendekati tiga kali masa tanam dalam setahun. Produktivitas pertanian yang saat ini berkisar 3–3,5 ton per hektare diproyeksikan meningkat menjadi 7–9 ton per hektare.

“Dengan adanya bendungan ini, insya Allah produktivitas pertanian bisa meningkat dua kali lipat dan indeks pertanaman naik secara signifikan,” pungkasnya.

Gibran juga memberikan perhatian khusus terhadap percepatan penyelesaian proyek tersebut, terutama terkait kebutuhan pendanaan untuk menuntaskan pekerjaan yang masih tersisa.

Ajak Anak Panti Belanja

Setelah meninjau Bendungan Bulango Ulu, Gibran melanjutkan agenda dengan mengajak anak-anak panti asuhan berbelanja perlengkapan sekolah di Toko Buku Ramedia, Gorontalo.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah terhadap pemenuhan kebutuhan pendidikan menjelang tahun ajaran baru sekaligus mendukung agenda pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Sebanyak 120 anak dari enam Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di Gorontalo mengikuti kegiatan itu, yakni LKSA Darul Mubiin, LKSA Moosalamati, Panti Asuhan Safaz'ain, Panti Anak P3K PW, Panti Nurul Qolbi, dan Panti Marhamah.

Setiap anak menerima kupon belanja senilai Rp500.000 untuk membeli perlengkapan sekolah sesuai kebutuhan masing-masing.

Wakil Ketua Forum LKSA Gorontalo sekaligus Ketua Yayasan Moosalamati, Niko Ismail, menilai kegiatan tersebut sangat membantu anak-anak panti yang kerap menghadapi kendala dalam memenuhi kebutuhan sekolah.

"Alhamdulillah, kali ini kami tidak perlu menyurat lagi. Rezekinya datang sendiri. Walaupun belum semua anak terfasilitasi, kami sangat bersyukur karena sebagian kebutuhan mereka sudah terbantu," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korban Percobaan Pembunuhan di Menteng Dirut Perusahaan IT, Pelaku Komisaris
• 6 jam laludetik.com
thumb
Mobil Listrik Murah China Terancam Tamat? Aturan Baru Berpotensi Dongkrak Biaya Produksi
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Menebak Makna Kunjungan Didit Prabowo ke Rumah Jokowi di Solo, Istana Beri Jawaban
• 1 jam laludisway.id
thumb
Travel Umrah Bermasalah Masih Marak, 72 Aduan Kasus Masuk ke Kemenhaj
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Taiwan Buka Kanal Intelijen bagi Warga China, Beijing Tuding Spionase dan Sabotase
• 7 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.