Jakarta: Sektor transportasi publik Jakarta menjadi semakin terintegrasi berkat akal imitasi (AI). Pemanfaatan AI dan teknologi menjadi kunci dalam transformasi Jakarta menuju kota global.
Hal ini bisa terlihat dari pengembangan layanan Transjabodetabek berhasil meningkatkan mobilitas warga dari wilayah penyangga menuju Jakarta. Jakarta kini menempati peringkat kedua di Asia dalam kategori transportasi publik, hanya berada di bawah Singapura.
Tingkat penggunaan transportasi umum di Jakarta terus meningkat hingga mencapai sekitar 30 persen, jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya.
Baca Juga :
Pramono Ingin Warga Jakarta Tinggalkan Kendaraan Pribadi Secara TotalDalam mewujudkan visi Jakarta sebagai kota global dua puluh besar dunia melalui program RISE20, Gubernur DkI Jakarta Pramono Anung mengatakan Pemprov DKI telah menerapkan intelligent traffic control system untuk memperluas jaringan CCTV berbasis artificial intelligence.
Ia optimistis berbagai inovasi akan memperkuat tata kelola kota yang modern, inklusif, dan berdaya saing global.
"Jakarta di lapangan sekarang ini sudah menerapkan apa yang disebut dengan intelligent traffic control system untuk mengatur transportasinya. Sebenarnya sudah ada beberapa AI ataupun robotik ataupun CCTV yang ada, walaupun belum sepenuhnya cukup," kata Pramono, dalam program Newsline Metro TV, Jumat, 19 Juni 2026.
Di sisi lain, Pemprov Jakarta juga mengembangkan aplikasi JAKI sebagai pusat layanan publik digital. Dia optimistis berbagai inovasi tersebut akan memperkuat tata kelola kota yang modern, inklusif, dan berdaya saing global.




