Grid.ID – Kabar duka menyelimuti keluarga GAD (17) alias Aldo, pelajar kelas dua SMA swasta asal Sidoarjo, Jawa Timur. Aldo dikabarkan tewas akibat luka bacok saat mengikuti konvoi ulang tahun klub sepak bola di Jalan Sumatera, Pacar Keling, Tambaksari, Surabaya. Peristiwa pelajar tewas di konvoi ultah klub bola di Surabaya ini sontak meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan, terutama bagi sang kakak kandung.
Kakak kandung korban, Sonya Cantika Dandel, tak kuasa menahan tangis saat mengenang kembali hari-hari terakhir bersama adik kelimanya itu. Aldo dikenal sebagai sosok yang sangat humoris di tengah keluarga, sehingga kepergiannya secara tiba-tiba dalam tragedi pelajar tewas di konvoi ultah klub bola di Surabaya sulit diterima.
Sonya juga mengungkap firasat yang menandai kepergian sang adik. Ia menyadari ada gelagat tidak biasa beberapa hari sebelum peristiwa pelajar tewas di konvoi ultah klub bola di Surabaya terjadi, yakni ketika sang adik mendadak meminta dibelikan baju baru. Kini, pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian.
Firasat Aldo Sebelum Meninggal
Sonya selaku kakak kedua korban menceritakan seperti apa sosok Aldo, adik kelimanya yang dikenal sebagai pribadi baik dan humoris.
"Sosoknya Aldo, murah senyum, tapi lucu, iya humoris," ujar Sonya dengan mata berkaca-kaca saat mengenang kepribadian adiknya ditemui di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Surabaya pada Kamis (18/6/2026) siang.
Mengenai firasat yang menandai kepergian sang adik, Sonya mengaku sebenarnya tidak merasakan tanda-tanda yang terlalu spesifik. Namun, ia baru menyadari ada gelagat tidak biasa beberapa hari lalu ketika sang adik mendadak meminta dibelikan pakaian baru.
Entah apa landasannya, permintaan terakhir itu kini dirasa sebagai pertanda kepergian Aldo untuk selamanya.
"Soal firasat enggak ada. Cuma dia pernah minta baju. Minta dibelikan baju. Kurang tahu baju apa. Permintaan itu, mungkin beberapa hari lalu, saya lupa. Ya memang dia suka aja, iya (mungkin ingin kaus yang keren)," katanya menceritakan momen tersebut.
Keluarga Tuntut Pelaku Dihukum Setimpal
Tidak henti-hentinya menyeka air mata, Sonya menaruh harapan besar agar pihak kepolisian bisa bergerak cepat mengusut tuntas kasus ini.
Keluarga terpukul lantaran Aldo yang merupakan korban pelajar tewas di konvoi ultah klub bola di Surabaya masih duduk di bangku kelas dua di salah satu SMA swasta yang berlokasi di Kecamatan Sepanjang, Kabupaten Sidoarjo.
"Saya enggak tahu, pokoknya saya pasrahkan ke polisi pasti, dan iya (dihukum setimpal)," kata perempuan berambut panjang itu dengan tegas menuntut keadilan.
Saat ditanya lebih lanjut mengenai keterlibatan sang adik dalam aktivitas mendukung suporter sepak bola, Sonya menjelaskan, Aldo tidak pernah berlebihan atau fanatik.
Seingat dirinya, sang adik bahkan hampir tidak pernah terlibat jauh, dan hanya pernah sesekali merasakan atmosfer pertandingan langsung di dalam stadion.
"Dia enggak terlalu ikuti. Ya pernah nonton di GBT (red-Gelora Bung Tomo) satu kali mungkin, tapi bukan yang terlalu begitu," ujarnya memungkasi.
Polisi Buru Pelaku dan Olah TKP
Merespons tragedi maut yang terjadi di tengah euforia konvoi ulang tahun klub sepak bola tersebut, aparat kepolisian langsung bergerak cepat di lapangan.
Satreskrim Polrestabes Surabaya menegaskan, penanganan kasus ini kini menjadi prioritas utama. Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto menyatakan bahwa sejumlah personelnya telah disebar ke berbagai titik untuk melakukan penyelidikan mendalam atas insiden pembacokan tersebut.
Tim di lapangan saat ini sedang sibuk mengumpulkan alat bukti, menggali keterangan dari para saksi mata, serta menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara intensif di sekitar lokasi Jalan Sumatera.
"Benar sekarang sedang kami lakukan upaya penyelidikan untuk ungkap pelakunya," ujar mantan Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Jatim tersebut saat dihubungi oleh awak media pada Kamis (18/6/2026).(*)
Artikel Asli



