Babak Baru Transformasi Digital, AI Jadi Prioritas

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Transformasi digital di Indonesia memasuki fase baru. Jika beberapa tahun lalu perusahaan fokus membangun konektivitas, migrasi ke cloud, dan digitalisasi layanan, kini perhatian mulai bergeser ke pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menciptakan peluang bisnis baru.

Perkembangan teknologi AI yang semakin cepat membuat banyak organisasi berlomba mengadopsinya dalam berbagai aspek operasional. Mulai dari analisis data, layanan pelanggan, keamanan siber, hingga pengambilan keputusan bisnis kini mulai memanfaatkan kemampuan teknologi tersebut.

Baca Juga :
Jadi Tuan di Negeri Sendiri, IONext.ai Dorong Perusahaan Lokal Naik Kelas via Model AI Terbuka
Gelombang PHK Akibat AI Mulai Terlihat

Namun, implementasi AI tidak sesederhana memasang aplikasi atau menggunakan model AI terbaru. Perusahaan juga membutuhkan fondasi digital yang kuat agar teknologi tersebut dapat berjalan secara optimal, aman, dan menghasilkan manfaat yang nyata.

Kebutuhan tersebut muncul karena AI bergantung pada berbagai komponen pendukung seperti infrastruktur komputasi, konektivitas, penyimpanan data, serta sistem keamanan yang saling terintegrasi. Tanpa fondasi yang memadai, potensi AI sulit dimaksimalkan.

President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan, menilai perusahaan saat ini membutuhkan fondasi yang mampu menghubungkan berbagai teknologi menjadi hasil bisnis yang konkret. Menurutnya, adopsi AI harus didukung oleh ekosistem digital yang terintegrasi agar dapat memberikan nilai tambah bagi organisasi.

"Di era AI, perusahaan membutuhkan fondasi yang mampu menghubungkan teknologi menjadi hasil bisnis yang nyata," ujarnya, dikutip Jumat 19 Juni 2026.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Lintasarta memperkenalkan Intelligent Core yang mengintegrasikan konektivitas, cloud, keamanan siber, dan kolaborasi berbasis AI dalam satu ekosistem digital. Pendekatan ini dirancang untuk membantu perusahaan menghadapi kompleksitas teknologi yang semakin tinggi.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital telah memasuki tahap yang berbeda. Jika sebelumnya fokus utama berada pada digitalisasi proses bisnis, kini perusahaan mulai mencari cara agar teknologi AI dapat memberikan dampak yang lebih terukur terhadap produktivitas dan pertumbuhan usaha.

Perubahan itu juga terlihat dari munculnya berbagai solusi yang dirancang khusus untuk sektor industri tertentu. Perbankan, pemerintahan, manufaktur, layanan kesehatan, hingga ritel memiliki kebutuhan berbeda dalam mengadopsi teknologi AI dan memanfaatkan data secara maksimal.

Baca Juga :
Manusia dengan Skill Ini Dijamin Semakin Dicari Perusahaan Besar di Tengah Gempuran AI
Ketika AI Digunakan Saat Perang Ini yang Bakal Terjadi
Fraud Gift Card Ancam Kebocoran Finansial di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Digital

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
ASDP Perkuat Konektivitas Kepri Lewat Pengembangan Pelabuhan Tanjung Uban
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
OJK Respons Catatan MSCI, Transparansi dan Pengawasan Perdagangan Saham Bakal Diperkuat
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Preview Brasil vs Haiti: Hormati Lawan
• 13 jam laluharianfajar
thumb
WFH Ala Prabowo, Mensesneg: Hari Ini Work From Hambalang
• 6 jam laluokezone.com
thumb
Fakta-fakta Tersangka Baru Korupsi MBG, Ketua Yayasan Diduga Atur Titik SPPG
• 15 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.