Pelita Jaya dan Hornbills Tampil Sengit Sejak Awal
Pertandingan berlangsung ketat sejak kuarter pertama. Pelita Jaya langsung membuka keunggulan melalui aksi center Jeff Withey yang mencetak angka lewat two-hand dunk. Perrin Buford kemudian menambah poin melalui tembakan tiga angka.
Bogor Hornbills merespons dengan cepat. David Nuban dan Antoni Erga bergantian mencetak tembakan tiga angka untuk tetap menjaga margin poin. Adu akurasi tembakan jarak jauh terus terjadi setelah Stephaun Branch dan Kaleb Wesson turut menyumbang poin dari luar garis.
Pelita Jaya mendapat balasan dari Agassi Goantara sehingga duel berlangsung dalam tempo tinggi. Kuarter pertama akhirnya ditutup dengan skor imbang 19-19.
Pertahanan Ketat Warnai Kuarter Kedua
Memasuki kuarter kedua, kedua tim tetap mempertahankan intensitas permainan yang tinggi. Pelita Jaya dan Hornbills sama-sama menerapkan strategi man-to-man full court.
Strategi tersebut membuat pertandingan berjalan keras dan ketat. Tidak ada tim yang mampu menciptakan jarak signifikan hingga kuarter kedua berakhir dengan skor sama kuat 35-35.
Baca Juga :
Kisah Sensasional Bogor Hornbills! Dari Peringkat 10 Kini Tantang Pelita Jaya di Final IBL 2026Selepas jeda, tim tamu yang dipimpin pelatih Cesar Camara mencoba memaksimalkan permainan di paint area melalui Travin Thibodeaux dan Kaleb Wesson serta permainan tembakan tiga angka yang mengandalkan Firdhan Guntara. Strategi tersebut berjalan efektif, Hornbills mampu membuka keunggulan 46-41 saat kuarter ketiga menyisakan enam menit.
Namun, Pelita Jaya yang diasuh David Singleton tetap tenang menghadapi tekanan. Tuan rumah perlahan memangkas selisih angka hingga kuarter ketiga ditutup dengan skor 58-55 untuk keunggulan Hornbills.
Layup Buford Paksa Laga Berlanjut ke Overtime
Kuarter keempat menjadi momen paling menegangkan bagi tuan rumah dalam pertandingan pertama ini. Hornbills bahkan sempat memimpin hingga sembilan poin dan berada di atas angin untuk mencuri kemenangan di Jakarta.
Situasi berubah ketika Pelita Jaya meningkatkan agresivitas serangan pada menit-menit akhir. Di sisi lain, Hornbills kehilangan Fhirdan Guntara yang harus meninggalkan lapangan setelah melakukan lima pelanggaran atau foul out.
Saat waktu pertandingan hanya tersisa dua detik, Perrin Buford mencetak layup krusial yang menyamakan skor menjadi 76-76. Aksi tersebut memaksa pertandingan berlanjut ke babak overtime.
Pengalaman Pelita Jaya Jadi Penentu Kemenangan
Pada babak overtime, pengalaman para pemain Pelita Jaya menjadi faktor pembeda. Buford kembali menunjukkan kualitasnya dengan mencetak sejumlah poin penting, sementara Jeff Withey mendominasi perebutan rebound.
Hornbills kehilangan Kaleb Wesson akibat foul out. Tidak lama kemudian, Darius Moten dari Pelita Jaya juga harus keluar karena akumulasi pelanggaran.
Meski demikian, Pelita Jaya tampil lebih tenang dalam bertahan dan efektif saat memanfaatkan peluang. Sejumlah lemparan bebas pada detik-detik akhir memastikan kemenangan tuan rumah dengan skor 90-87.
Buford Nyaris Catat Triple-Double
Perrin Buford menjadi bintang kemenangan Pelita Jaya setelah membukukan double-double dengan 32 poin, 11 rebound, dan sembilan assist, hanya kurang satu assist untuk mencatat triple-double.
Jeff Withey juga tampil dominan dengan kontribusi 20 poin dan 10 rebound. Darius Moten menambahkan 17 poin untuk membantu Pelita Jaya mengamankan kemenangan pertama di final.
Dari kubu Hornbills, Travin Thibodeaux tampil impresif dengan double-double 22 poin, 10 rebound, dan tujuh assist. Meski demikian, performanya belum cukup membawa timnya mencuri kemenangan.
Kemenangan ini membuat Pelita Jaya unggul 1-0 dalam seri final IBL 2026. Tim asuhan David Singleton kini hanya membutuhkan dua kemenangan tambahan untuk memastikan gelar juara. Gim kedua akan kembali digelar di GMSB Jakarta pada Minggu, 21 Juni 2026.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)





