Pakai Baju Tahanan, Dokter Tifa Menyusul Roy Suryo Jalani Cek Medis di RS Polri

jpnn.com
9 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Jalani Pemeriksaan Kesehatan, Roy Suryo dan dr Tifa Tiba dengan Mobil Tahanan di RS Polri Kramat Jati

Roy Suryo dan Dokter Tifa yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap Polda Metro Jaya saat ini tengah menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (19/6).

BACA JUGA: Protes soal Roy Suryo & Dokter Tifa Dibawa ke RS Polri, Refly Harun: Sehat Walafiat

Menumpang mobil tahanan dan dijaga ketat aparat Polda Metro Jaya, tersangka Roy Suryo tiba di RS Polri Kramat Jati, pada Jumat malam. 

Kepada awak media, Roy yang tidak mengenakan baju tahanan berteriak takbir seraya berjalan masuk ke ruangan pemeriksaan.

BACA JUGA: Polisi Tegaskan Penangkapan Roy Suryo & Dokter Tifa Bagian Dari Prosedur Hukum

Tidak lama berselang, menyusul tersangka Dokter Tifa yang mengenakan baju orange dan hanya terdiam ketika dilontarkan sejumlah pertanyaan awak media.

Kuasa Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa, Rafly Harun yang turut mendampingi mengaku, sebenarnya kesehatan kliennya saat ini baik-baik saja. 

BACA JUGA: Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Refly Protes Keras, Waktu Penangkapan Dipersoalkan

Namun, penyidik Polda Metro Jaya mengharuskan untuk tetap memeriksakan kesehatan terhadap keduanya. Sedangkan kliennya sempat menolak karena tidak mau dipertontonkan.

"Sebenarnya begini, kami menolak dibawa keluar, dan Mas Roy sesungguhnya menolak, apalagi menggunakan baju tahanan, rompi tahanan, kita sudah bernegosiasi, tapi rupanya ada pemaksaan agar dicek ke RS Polri Kramat Jati," ungkap Rafly pada awak media, Jumat.

Rafly menegaskan kondisi kesehatan kedua kliennya dalam keadaan sehat walafiat. Dokter Tifa bahkan jam 08.00 WIB pagi tadi sebelum ditangkap dia mau ujian disertasi seminar hasil.

"Namun, saat pergi bergerak ke suatu tempat tiba-tiba dipepet di basement dan ditangkap," ujarnya.

Rafly menjelaskan Roy Suryo tidak menggunakan rompi tahanan, tetapi Dokter Tifa menggunakannya bukan karena paksaan, tetapi karena kesadarannya sendiri.

"Jadi sekali lagi, ini kan bukan sebuah kejahatan yang pantas dipertontonkan tersangkanya. Ini sebuah perbedaan pendapat yang berujung pada pelaporan oleh orang nomor satu di Republik ini, yang sebenarnya tidak layak," jelasnya

Dalam kasusnya, dia mengungkapkan, seorang bapak bangsa mengadukan warga negara dan kemudian memaksa dalam tanda kutip menggunakan aparat untuk mengkriminalkan warga negaranya. 

"Jadi, bukan soal perkara Dokter Tifa dan Mas Roy saja, tetapi perkara demokrasi, kebebasan berpendapat di republik ini yang harusnya kita juluki, termasuk kebebasan pendapat di media. Karena salah satu yang dipermasalahkan itu adalah yang di media," tukasnya. 

Rafly juga mengungkapkan kedua kliennya sudah bertemu dengan keluarganya masing-masing. 

"Sudah-sudah, yang mendampingi ada istrinya Mas Roy, keluarga Dokter Tifa juga datang. Siapa sih yang mau suaminya ditangkap". 

Lebih lanjut, Rafly bakal berupaya meminta penangguhan penahanan kepada pihak Kejaksaan, setelah (berkas) kasusnya akan dilimpahkan ke Kejaksaan.

"Ya, orang enggak ada yang ingin melarikan diri, orang kooperatif, wajib lapor, lalu apa pentingnya untuk menahan, padahal pelimpahan pada Kejaksaan tinggal nanti hari Senin saja. Jadi, menurut saya terlalu berlebihan ketika dilakukan penahanan," tegasnya.

Menurut Rafly, kedua kliennya tidak layak untuk ditangkap, karena selama ini bersikap kooperatif. Untuk pelimpahan berkas (kasus-red) itu akan dilakukan Senin pekan depan.

"Selama ini kooperatif, pelimpahannya Senin nanti, jadi tidak perlu ada penahanan, apalagi kliennya Dokter Tifa saat akan ditahan mau ujian disertasi," katanya.(kkp/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Kenny Kurnia Putra


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pasangan Kekasih di Makassar Jadi Pengedar Sabu Dengan Modus Tempel di Rumah Warga | BORGOL
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
10 Jalan Tol Baru Dikebut, Fungsional Nataru 2026/2027-Ini Rutenya
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ditemukan Penyakit Bawaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri
• 56 menit laluokezone.com
thumb
Indonesia Masuk Grup Neraka, Misi Lolos Asian Games 2026 Dimulai
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Menteri PKP Respons BI Rate Jadi 5,75%: Bunga KPR Subsidi Tak Naik
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.