JAKARTA, KOMPAS.TV- Tren tissue challenge meramaikan media sosial TikTok beberapa waktu terakhir. Tren ini kerap menampilkan gerakan dan ekspresi yang dianggap menyerupai kondisi penyandang disabilitas lalu dijadikan bahan candaan.
Meski terlihat seperti tren biasa, tissue challenge menuai kritik dari banyak warganet karena dinilai mengandung unsur ableisme. Istilah ini kembali menjadi perbincangan karena dianggap dapat memperkuat stereotip serta merendahkan pengalaman hidup penyandang disabilitas.
Apa Itu Ableisme?
Mengutip KBBI, ableisme adalah stereotipe atau perlakuan berbeda yang ditujukan kepada orang berkebutuhan khusus atau orang yang memiliki keterbatasan. Sementara itu, menurut American Psychological Association (APA), ableisme merupakan bentuk prasangka dan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas yang sering kali disertai anggapan bahwa mereka perlu “disembuhkan” atau dibuat menjadi sesuai dengan standar yang dianggap normal.
Baca Juga: Raja Malaysia Dihina di TikTok, DIsebut Dilakukan Kecerdasan Buatan
Secara sederhana, ableisme memandang penyandang disabilitas sebagai kelompok yang berada di bawah orang non-disabilitas. Konsep ableisme berangkat dari asumsi bahwa tubuh dan cara berpikir orang tanpa disabilitas merupakan standar utama.
Akibatnya, nilai seseorang sering diukur berdasarkan persepsi masyarakat mengenai apa yang dianggap “normal”. Sama seperti rasisme yang mendiskriminasi berdasarkan warna kulit atau seksisme yang membedakan berdasarkan gender, ableisme merupakan bentuk diskriminasi yang memojokkan kondisi fisik maupun mental seseorang.
Dalam praktiknya, ableisme tidak selalu muncul secara terang-terangan. Sering kali, perilaku ini hadir dalam bentuk komentar, candaan, stereotip, hingga kebijakan yang tanpa disadari merugikan penyandang disabilitas.
Mengutip Disability & Philantrhropy Forum, Jumat (19/6/2026) berikut beberapa contoh ableisme yang sering ditemui antara lain:
1. Menggunakan istilah seperti “cacat”, “autis”, “gila”, atau “bego” sebagai bahan candaan atau ejekan ketika seseorang melakukan kesalahan.
2. Memberikan pujian yang bernada merendahkan, misalnya, “Kamu kelihatan normal banget, kok bisa pakai kursi roda?”
3. Berbicara kepada pendamping atau orang tua penyandang disabilitas alih-alih berbicara langsung kepada orang tersebut.
4. Menggunakan fasilitas yang memang disediakan khusus untuk penyandang disabilitas meski tidak membutuhkan fasilitas tersebut.
5. Gedung bertingkat atau transportasi umum yang tidak menyediakan akses seperti ramp untuk kursi roda atau guiding block bagi tunanetra.
Penulis : Switzy Sabandar Editor : Gading-Persada
Sumber : Disability & Philantrhropy Forum, KBBI
- TikTok
- Tren Tissue Challenge
- Ableisme
- Ableisme adalah
- Tissue Challenge





