jpnn.com - JAKARTA - Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Garda Bangsa Tommy Kurniawan mendukung program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang secara keseluruhan bertujuan untuk menyejahterakan rakyat Indonesia.
Menurut pria yang akrab disapa Tomkur itu, program prioritas Prabowo, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pemerataan pendidikan, di antaranya melalui sekolah rakyat, telah menunjukkan capaian nyata sekaligus memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
BACA JUGA: SPPG di Jateng Wajib Serap Telur dan Ayam Peternak Lokal untuk Program MBG
"Seluruh program prioritas melalui kebijakan Presiden Prabowo Subianto telah dijalankan dijalankan secara terintegrasi sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional untuk memperkuat fondasi ekonomi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mewujudkan kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan. Ini patut diapresiasi,” katanya.
"Terkait dengan program MBG yang menjadi perhatian publik, harus dilihat secara objektif dan berimbang. Program ini telah dirasakan jutaan masyarakat dan sejatinya itu merupakan program yang mulia dan harus dikawal," imbuh Tomkur.
BACA JUGA: MBG Disetop Selama Libur Sekolah, SPPG Tak Dapat Lagi Insentif Rp 6 Juta Per Hari
Garda Bangsa sebagai organisasi pemuda di bawah naungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merasa berkepentingan dengan suksesnya program MBG yang memiliki tujuan baik ini.
Tommy menjelaskan bahwa program MBG sangat bermanfaat untuk masyarakat dengan kondisi perekonomian yang terbatas.
BACA JUGA: Sekjen PKB: Garda Bangsa Harus Jadi Jembatan Politik Anak Muda
Dia mencontohkan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, banyak keluarga petani, pedagang keliling, kuli bangunan sampai pekerja serabutan yang perlu dibantu atau diringankan bebannya dengan memberikan makanan cukup gizi pada anak-anak mereka.
“Inilah manfaat besar yang dirasakan dan memang berdampak langsung pada keluarga yang menerimanyakemudian pada akhirnya bisa memastikan gizi anak-anak mereka terpenuhi dengan baik,” katanya.
Namun, Tommy juga memahami bahwa pelaksanaannya terdapat beberapa masalah dan mungkin tidak bisa langsung sempurna.
Dia lalu mencontohkan negara seperti Jepang yang memiliki program sejenisnya sempat mengalami masalah akibat darurat pangan dan mengalami keracunan massal.
Namun, saat ini program pemenuhan gizi di Jepang sukses dan menjadi model dunia dalam pelaksanaan dan tata kelolanya.
Finlandia, India, dan Inggris juga punya program hampir serupa, dan sempat terkendala hingga akhirnya sukses.
"Kini negara-negara tersebut sukses melakukan perbaikan seluruh sistem pengolahan dan pendistribusian serta anggaran hingga mendapat apresiasi dari rakyatnya,” ujar Tommy.
Dia tidak mempermasalahkan kritik yang datang dari masyarakat untuk program prioritas pemerintah. Hal itu merupakan bagian dari demokrasi dan diatur oleh Undang-Undang.
“Kritik boleh, tetapi jangan hanya kritik, terus menghina dan menjatuhkan apalagi membuat situasi menjadi gaduh membuat proksi untuk mengadu domba masyarakat. Kritik yang positif terhadap pemerintah menjadi vitamin untuk terus memperbaiki tata kelolanya," tutur Tommy. (*/jpnn)
Jangan Lewatkan Video Terbaru:
Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan




