Pemadaman Listrik Bergilir PLN Rugikan Industri, Rusak Bahan Baku dan Mesin

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Pemadaman listrik bergilir di wilayah Jawa pada Jumat (19/6/2026) membuat perekonomian rugi. Adapun pemadaman bergilir itu berlangsung di sejumlah wilayah Bogor, Tangerang, Tangerang Selatan, hingga Depok. Lalu, wilayah Pati dan Banjarnegara di Jawa Tengah.

Tak hanya itu, wilayah Jawa Timur juga mengalami pemadaman bergilir. Ini khususnya di wilayah Surabaya, Pasuruan, hingga Sidoarjo.

Pemadaman listrik bergilir itu berlangsung mulai dari 3 hingga 5 jam, tergantung daerah. Pemadaman disebut dilakukan demi menjaga keandalan sistem kelistrikan, meningkatkan kualitas layanan, dan mencegah gangguan yang memicu pemadaman tidak terencana.

Pengamat Ekonomi Indonesia Strategic and Economics Action Institution (ISEAI) Ronny P. Sasmita berpendapat, dampak pemadaman listrik bergilir sifatnya cukup asymmetric, kerugiannya jauh lebih besar dibandingkan potensi manfaatnya.

Dari sisi kerugian ekonomi, yang paling langsung adalah output loss. Menurutnya, industri manufaktur, terutama yang berbasis 'continuous process' seperti makanan-minuman, kimia, dan tekstil, sangat sensitif terhadap gangguan listrik.

"Sekali berhenti, bukan hanya produksi tertunda, tapi juga bisa merusak bahan baku dan mesin. Ini berarti biaya tambahan dan penurunan produktivitas," ujar Ronny kepada Bisnis.

Baca Juga

  • Mati Listrik Bergilir di Jawa, PLN: 2 Pembangkit Besar Alami Gangguan
  • Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir di Surabaya, Sidoarjo, dan Pasuruan
  • Korupsi MBG, Kejagung Segel 17.600 Motor Listrik Pengadaan BGN

Usaha yang terdampak pemadaman berikutnya adalah sektor UMKM dan jasa. Ronny mengatakan, banyak usaha kecil, seperti ritel, kuliner, hingga jasa digital, sangat bergantung pada listrik harian.

Oleh karena itu, pemadaman beberapa jam saja bisa langsung memotong omzet harian mereka. Dalam skala luas, ini menggerus konsumsi dan aktivitas ekonomi lokal.

Berikutnya, pemadaman juga berdampak pada kepercayaan investor. Ronny menuturkan, keandalan listrik adalah salah satu indikator utama 'ease of doing business'.

"Kalau pemadaman terjadi di wilayah seperti Jawa, yang merupakan pusat industri nasional, ini bisa memberi sinyal negatif bagi investor, terutama untuk industri yang membutuhkan kepastian pasokan energi," jelas Ronny.

Selanjutnya, pemadaman listrik bergilir juga berdampak pada biaya ekonomi tidak langsung. Ronny menilai, perusahaan harus menyiapkan backup seperti genset, yang berarti biaya energi lebih mahal dan tidak efisien.

"Dalam jangka panjang, ini tentu akan menurunkan daya saing," imbuhnya.

Lebih lanjut, Ronny memberi sejumlha rekomendasi untuk pemerintah dan PT PLN (Persero) terkait maraknya pemadaman bergilir itu.

Pertama, menurutnya ini bukan hanya gangguan teknis, tapi sebagai systemic risk. Artinya, perlu evaluasi menyeluruh dari hulu ke hilir, pasokan energi primer seperti batu bara/gas, kesiapan pembangkit, hingga keandalan jaringan transmisi dan distribusi.

Kedua, ketahanan pasokan. Ronny menuturkan bahwa jika akar masalahnya ada di pasokan, misalnya batu bara atau gas, maka pengamanan pasokan harus menjadi prioritas utama, termasuk kontrak jangka panjang dan manajemen stok yang lebih disiplin.

Ketiga, ketahanan sistem transmisi. Ronny mengatakan, sistem Jawa seharusnya memiliki redundancy yang cukup. Kalau pemadaman bergilir sampai terjadi, itu berarti margin cadangan atau reserve margin atau fleksibilitas sistem sedang tertekan.

"Ini perlu diperkuat, termasuk dengan integrasi pembangkit yang lebih fleksibel," kata Ronny.

Keempat, komunikasi publik. Menurut Ronny, ini bahkan sering diremehkan. Dia menuturkan, pemadaman tanpa informasi yang jelas akan memperbesar ketidakpastian dan kepanikan pelaku usaha.

Dia pun mengingatkan bahwa transparansi soal penyebab, durasi, dan mitigasi padahal sangat penting untuk menjaga kepercayaan.

Kelima, percepatan diversifikasi energi. Ketergantungan yang terlalu besar pada satu sumber energi seperti batu bara, misalnya, membuat sistem rentan terhadap gangguan pasokan.

"Dalam jangka menengah-panjang, bauran energi yang lebih beragam akan meningkatkan ketahanan sistem," kata Ronny.

Sebelumnya, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto menuturkan, sejatinya sistem kelistrikan Jawa saat ini beroperasi dan terkendali secara baik.

Namun demikian, untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah.

"Langkah tersebut dilakukan karena terdapat kendala teknis operasional pembangkit serta ada dua unit pembangkit besar yang mengalami gangguan sehingga tidak beroperasi sementara dan menurunkan kemampuan sistem pasokan listrik," tutur Gregorius dalam keterangannya.

PLN, kata dia, terus bekerja sama melakukan percepatan pemulihan, mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain, serta melakukan pengaturan operasi sistem. Upaya ini guna menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik serta meminimalkan dampak kepada pelanggan.

"PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Manajemen beban ini bersifat sementara dan akan segera dihentikan secara bertahap seiring dengan membaiknya kondisi pasokan sistem," kata Gregorius.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kreator Konten Wajib Punya NIB, Ini Kriteria dan Kode KBLI yang Harus Dipilih
• 13 jam lalukatadata.co.id
thumb
Sosok Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Skandal Korupsi MBG, Ini Jabatan dan Perannya
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Warga Depok Resah Dapur MBG Berdiri di Permukiman Padat dan Jalan Sempit, Pengelola Klaim Kantongi Izin
• 12 jam lalueranasional.com
thumb
Mengenal 5L, Resep Panjang Umur dan Hidup Bahagia ala Dokter Berusia 104 Tahun
• 12 jam lalubeautynesia.id
thumb
Mantan Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis Dituntut 10 Tahun Penjara
• 5 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.