Mengungkap Sisi Gelap Media Korea Selatan

viva.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Di balik gemerlap industri hiburan Korea Selatan yang mendunia melalui K-Pop, drama Korea, dan budaya populer lainnya, tersimpan sisi gelap yang semakin sering menjadi sorotan media internasional.

Banyak dari mereka menyoroti bagaimana ekosistem media Korea Selatan kerap menciptakan tekanan luar biasa terhadap figur publik, terutama selebritas dan idol muda. 

Baca Juga :
Meksiko Jadi Tim Pertama Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026, Korea Selatan Dibuat Frustrasi
Pengakuan Jujur Pelatih Meksiko Usai Lolos ke Fase Gugur, Korea Selatan Ternyata Bikin El Tri Kelimpungan

Ilustrasi media.
Photo :
  • Istimewa

Fenomena ini bukan sekadar persoalan gosip selebritas. Dalam banyak kasus, pemberitaan yang agresif, perburuan skandal, hingga serangan warganet yang diperkuat oleh media telah memunculkan perdebatan serius tentang etika jurnalistik dan kesehatan mental di Korea Selatan.

Kasus terbaru Timnas Korea Selatan melakukan boikot terhadap media domestiknya selama Piala Dunia 2026. Aksi ini dipicu oleh bocornya rekaman percakapan jurnalis Korea Selatan yang melontarkan komentar bernada merendahkan terkait kapten tim, Son Heung-min.

Kesalahan kecil yang mungkin dianggap biasa di negara lain dapat berkembang menjadi kontroversi nasional. Mulai dari hubungan asmara, unggahan media sosial, hingga kesalahan masa lalu dapat menjadi berita utama selama berminggu-minggu. Banyak menilai budaya ini lahir dari kombinasi standar moral yang tinggi, ekspektasi publik yang besar, dan persaingan ketat dalam industri hiburan.

Akibatnya, banyak selebritas hidup dalam pengawasan konstan, di mana setiap tindakan mereka berpotensi memicu gelombang kritik besar-besaran.

Cyberbullying yang Diperparah oleh Pemberitaan

Salah satu isu yang paling sering disorot media internasional adalah hubungan erat antara pemberitaan sensasional dan cyberbullying.

Laporan Reuters, dikutip VIVA Sabtu, 20 Juni 2026, mengungkap bahwa Korea Selatan menghadapi masalah serius terkait kekerasan digital dan serangan daring terhadap figur publik. Kasus-kasus yang menimpa sejumlah idol K-Pop terkenal memicu diskusi nasional mengenai dampak komentar kebencian yang terus-menerus di internet.

Ketika sebuah kontroversi muncul, media sering kali memberitakannya secara masif. Liputan tersebut kemudian menyebar ke media sosial dan forum daring, menciptakan gelombang komentar negatif yang sulit dikendalikan.

Para ahli menyebut siklus ini sebagai salah satu faktor yang memperburuk tekanan psikologis yang dialami banyak selebritas muda.

Ilustrasi Korea Selatan
Photo :
  • Freepik

Deretan Tragedi yang Mengguncang Industri Hiburan

Baca Juga :
Buka Peluang Karier Global, STIP dan 2 Sekolah Maritim Korsel Jalin Kerjasama Strategis
Mengapa Atlet Sepak Bola Piala Dunia Begitu Menarik di Mata Wanita? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Tumbang 0-1 dari Meksiko, Begini Skenario Korea Selatan Bisa Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
ADB Tetapkan Pengembangan SDM sebagai Fokus Utama Kemitraan dengan Indonesia hingga 2029
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Dokter Alumni FKG Unair Diduga Plasgiasi, Gelar Terancam Dicabut
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bareskrim tahan tersangka FH dalam kasus PT Dana Syariah Indonesia
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Riau Anjangsana Personel Sakit dan Warakawuri
• 8 jam laludetik.com
thumb
​Polisi amankan dua remaja yang membawa tembakau sintetis di Jakbar
• 9 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.