Tumburano, Simbol Keabadian Cinta di Pulau  Wawonii

kompas.id
9 jam lalu
Cover Berita

Keheningan menyambut kami ketika menginjakkan kaki pertama kali di Air Terjun Tumburano di Kecamatan Wawonii Utara, Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara, pada Selasa (16/6/2026) pagi. Setelah melalui jembatan besi yang konstruksinya masih terlihat baru itu, separuh keindahan air terjun tersibak dari balik pepohonan yang menjulang.

Kami adalah pengujung pertama yang tiba di air terjun yang memiliki kisah legenda itu. Tak ada loket penjualan tiket, begitu juga pedagang yang menjajakan makanan, apa lagi penjaja suvenir seperti di tempat wisata-wisata pada umumnya. Sunyi dan damai menyatu dengan alam dalam dekapan gemuruh suara air terjun. Sayangnya, sampah yang berserakan menimbulkan pemandangan tak sedap.

Pengujung menapaki anak tangga di air terjun Tumburano di Kecamatan Wawonii Utara, Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara, Selasa (16/6/2026) pagi.

Air yang mengalir deras di batuan kars di air terjun Tumburano.

Pengunjung menikmati keindahan air terjun Tumburano.

Air Terjun Tumburano merupakan air terjun bertingkat yang berada di tengah hutan. Melangkah menaiki anak tangga menuju puncak seperti memasuki lorong waktu. Pengunjung harus bersusah payah menapaki sekitar 100 anak tangga untuk dapat menyaksikan keanggunan air terjun sesungguhnya. Akses tangga dibangun dengan lantai keramik dan pegangan besi pada ke dua sisinya.

Sinar matahari perlahan menembus pepohonan yang menyelimuti. Suara gemuruh air dan bau tanah basah menyambut kami setibanya di puncak. Bulir halus air terjun yang tersapu angin jatuh menyejukkan wajah.

Seketika pemandangan air terjun yang mengalir deras menuruni dinding batu sedimen berwarna kecoklatan melenyapkan penat. Di bawah air terjun terbentuk kolam alami dengan batu-batuan di pinggirnya. Berdiri di batu dengan latar belakang keanggunan air terjun Tumburano menjadi spot terbaik untuk berfoto.

Gita (21) dari Kabupaten Konawe Utara yang pagi itu datang bersama teman-teman sebayanya langsung mengambil posisi dan berswafoto. Sementara itu, temannya yang lain bergegas menceburkan diri ke dalam kolam dengan air yang sejuk. Seketika canda tawa mereka memecah keheningan.

Legenda kisah cinta

Konon di masa lalu, dari ingatan kolektif masyarakat yang mendiami Pulau Wawonii, air terjun Tumburano menjadi saksi dari kisah cinta sepasang kekasih bernama Duru Balewula dan Wulangkinokooti. Kisah ini tidak pernah tercatat dalam catatan sejarah Pulau Wawonii, namun hidup dalam cerita masyarakat setempat dan menyebar dari mulut ke mulut.

Duru Balewula adalah seorang pemuda dari keluarga biasa, bukan berasal dari keluarga berada apalagi anak raja. Sementara Wulangkinokooti adalah gadis cantik berkulit putih dari keluarga bangsawan. Cinta mereka seperti air terjun Tumburano. jernih dan mengalir deras. Namun, seperti kisah cinta dalam film Romeo dan Juliet, restu orangtua tak datang semudah harapan. Orangtua Wulangkinokooti tak merestui hubungan mereka.

Pengunjunng menikmati derasnya air terjun Tumburano.

Pengunjung menikmati keindahan air terjun Tumburano.

Keanggunan air terjun Tumburano di tengah hutan di Kecamatan Wawonii Utara, Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara, Selasa (16/6/2026).

Singkat cerita Duru dan Wulangkinokooti memilih jalan keabadian dengan melompat dari bibir tebing di puncak air terjun. Lalu mereka menyatu dalam deras air keabadian. Jasad mereka tak pernah diketemukan.

Air terjun Tumburano terdiri atas dua tingkatan tebing. Yang pertama dikenal dengan Tumburan Tama dengan ketinggian sekitar 90 meter. Di bawahnya terdapat Tumburan Tina dengan ketinggian sekitar 30 meter yang juga memesona.

“Bang kalau ke sini harus mandi agar bisa kembali lagi” ujar Arif, warga Langara meyakinkan kami untuk menceburkan diri ke kolam atau sekadar membasuh muka.

 

 

 

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pesta Timuran Jaksel 2026: Marion Jola, Barry Likumahuwa hingga Betrand Peto Siap Satu Panggung
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Dermatitis Atopik Masih Jadi Kasus Terbanyak pada Anak, Ini Penjelasan Ahli
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Naik Kapal Pengayoman, Menimipas dan Titiek Soeharto Tinjau Nusakambangan
• 4 jam laludetik.com
thumb
Dokter Tifa Dirawat di RS Polri, Tiba-Tiba GERD Kambuh Usai Jalani Pemeriksaan
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Saat Kanada Menang Telak 6-0 atas Qatar, Raih Kemenangan Perdana dalam Sejarah Piala Dunia
• 1 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.