Grid.ID - Siswi SMAN 6 Jakarta tewas usai motor tersangkut kabel. Polisi langsung lakukan ini ke PLN.
Polisi memanggil PT PLN (Persero) untuk dimintai keterangan terkait tewasnya seorang siswi SMAN 6 bernama Neisha Amalia Evrian Putri (16) usai tersangkut kabel di Jalan Leuser, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pemanggilan ini dilakukan untuk memastikan siapa pemilik kabel yang menjuntai dan menyebabkan kecelakaan tersebut.
Berikut kronologi siswi SMAN 6 Jakarta tewas usai motor tersangkut kabel. Polisi langsung panggil PLN.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, menyebut bahwa dari pemeriksaan di lokasi, kabel tersebut menjuntai dari atas tiang listrik milik PLN.
"Itu kabel kan menggantung di tiang listrik, ya, karena itu diduga, masih diduga ya, dugaan sementara kabel punya PLN, saat ini penyidik Unit Lantas lagi mengundang ini PLN," kata Joko, dikutip dari Kompas.com.
Joko menyampaikan bahwa kepastian terkait pemilik kabel tersebut baru dapat diketahui setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut serta adanya keterangan resmi dari pihak PLN.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa saat polisi pertama kali tiba di lokasi kejadian, kabel tersebut terlihat menggantung dan menjuntai hingga ke arah badan jalan. Setelah itu, kabel tersebut sempat diikat ke tiang sebelum akhirnya diputus oleh petugas PT PLN.
"Itu kan tiangnya memang tiang listrik, betul ada kabel menggantung atau menjuntai di situ. Kalau sekarang kan sudah dililitkan ke tiang. Kemarin (saat kejadian) kan menggantung begitu," tutur Joko.
Menurut Joko, peristiwa kecelakaan tersebut terjadi pada pagi hari ketika Jalan Leuser sedang diberlakukan sistem satu arah. Saat itu, korban sedang dibonceng oleh seorang pria yang bekerja untuk keluarganya dalam mengantar-jemput korban dari sekolah.
Sepeda motor yang ditumpangi korban awalnya hendak mendahului bus dari sisi kanan. Namun nahas, saat melakukan manuver, setang motor yang membawa korban justru tersangkut kabel di jalan.
"Jalan itu kan satu arah kalau pagi. Sepeda motor itu bermaksud menyalip bus, mengambilnya terlalu kanan, nyangkutlah si kabel ini. Jatuh," katanya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya menyampaikan bahwa pihak keluarga korban masih mempertimbangkan langkah hukum.
Menanggapi hal tersebut, Joko menegaskan hingga saat ini belum ada laporan polisi yang masuk, sementara penyidik Unit Laka Lantas masih melakukan proses penyelidikan.
Ia juga mengatakan akan segera berkoordinasi dengan keluarga korban setelah rangkaian pemeriksaan selesai dilaksanakan.
"Kalau laka (kecelakaan), tentunya saat ini masih ditangani sama penyidik. Nanti kan (penyidik) akan mengarah ke keluarga, cuma mungkin saat ini keluarga sedang berduka. Ya, kalau itu (jalur hukum) kami monggo-monggo (silakan) saja. Nanti pasti penyidik akan menyerahkan keluarga," ujar Joko.
Sebelumnya dilaporkan, seorang siswi SMAN 6 berinisial NAEP (16) meninggal dunia setelah motor yang ditumpanginya tersangkut kabel sling di Jalan Leuser, Kelurahan Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026) pagi.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, menjelaskan bahwa saat kejadian korban sedang dalam perjalanan menuju sekolah sekitar pukul 06.10 WIB. Kemudian, ketika melintas di depan rumah nomor 6, sebuah kabel yang menggantung tersangkut pada setang motor yang ditumpangi korban.
Akibat itu kan setir sebelah kanan ngerem karena ketarik, pengemudi kemudian jatuhlah ke kanan, dan korban yang dibonceng jatuhnya ke kiri. Saat bersamaan, ada kendaraan yang melintas itu,” jelas Joko, dikutip dari Kompas.com.
Pada saat bersamaan, sebuah bus sekolah melintas sehingga korban terlindas. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami cedera pada bagian kepala meskipun sudah mengenakan helm, dan dinyatakan meninggal di lokasi kejadian.
“Dugaannya meninggal di tempat, terus dilarikan ke Rumah Sakit Fatmawati,” kata Joko.
Selanjutnya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino menyebut, kasus pelajar tewas kecelakaan akibat kabel terjuntai di Jalan Lauser, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tidak bisa dianggap sebagai kecelakaan biasa.
"Peristiwa ini tidak boleh dipandang semata-mata sebagai kecelakaan lalu lintas biasa," kata Wibi, dikutip dari TribunJakarta.com.
Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut pihak kepolisian, jika terbukti ada unsur kelalaian, Wibi meminta harus ada pihak yang bertanggung jawab.
"Apabila terbukti terdapat kelalaian dalam pengelolaan dan pengamanan utilitas di ruang publik, maka harus ada pihak yang bertanggung jawab sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," tegas dia.
Wibi juga meminta agar Pemprov DKI Jakarta melakukan audit bersama para pemilik utilitas, kabel-kabel di ruas jalan yang menjuntai agar kejadian serupa tidak terulang.
"DPRD DKI Jakarta akan meminta penjelasan dari instansi terkait mengenai status kabel tersebut, pengawasannya, serta langkah penertiban yang selama ini dilakukan," tegas dia.
Dalam kesempatan ini, Wibi juga mengucapkan turut berbelasungkawa atas meninggalnya pelajar perempuan bernama Neisha Amalia Evrian Putri.
"Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya siswi SMAN 6 Jakarta dalam kecelakaan tragis di Jalan Lauser, Kebayoran Baru," ucap Wibi. (*)
Artikel Asli




