Catatan tiga kemenangan dari empat laga yang dilalui tim nasional sepak bola Indonesia di bawah arahan John Herdman membawa pelatih asal Inggris itu bertemu dan berdiskusi selama hampir dua jam dengan Presiden Prabowo Subianto di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat. Target agar timnas bisa lolos kualifikasi Piala Dunia 2030 pun diletakkan Prabowo di pundak Herdman.
Untuk pertama kali, sejak ditetapkan sebagai pelatih timnas sepak bola Indonesia pada Januari 2026, Herdman bertemu langsung dan berdiskusi dengan Presiden Prabowo. Bersama dengan Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir, Herdman tiba di kediaman Presiden di Hambalang pada Jumat (19/6/2026) sore.
”Tentu, saya gemetar,” kata Herdman sambil berkelakar sebelum memasuki Padepokan Garuda Yaksa.
Gugupnya Herdman sebelum bertemu Prabowo bukan tanpa alasan. Menurut dia, sama halnya dengan mayoritas warga Indonesia, Prabowo merupakan seseorang dengan minat dan semangat yang tinggi untuk memajukan sepak bola dan menggapai cita-cita meloloskan timnas ke Piala Dunia 2030. Oleh karena itu, segala konsep terkait pun telah ia siapkan.
Namun, Herdman tak merinci konsep yang dimaksud. Ia lebih dulu harus bertemu dengan Presiden sebelum menjelaskannya kepada publik.
Berselang dua jam setelahnya, Erick Thohir membenarkan, pembicaraan soal Piala Dunia 2030 memang menjadi salah satu topik yang diperbincangkan antara Presiden, dirinya, dan Herdman. Menurut dia, Presiden lebih bersemangat karena selama hampir enam bulan terakhir, Herdman menunjukkan kinerja yang baik.
”Tadi Presiden sampaikan, ini karena coach John udah menangan, jadi Presiden mau terima. Kalau kalah-kalahan, belum mau (bertemu),” ungkapnya sambil tertawa.
Catatan Kompas, di bawah asuhan John Herdman, timnas mencatatkan rekor tiga kali kemenangan dan sekali kekalahan. Tiga kemenangan dimaksud dari timnas Saint Kitts-Nevis, Oman, dan Mozambik. Timnas Indonesia baru sekali kalah dari Bulgaria.
Meski lawan yang dihadapi belum berada pada level persaingan kualifikasi Piala Dunia, hasil tersebut cukup untuk membangun optimisme baru. Sebab, timnas gagal menembus putaran final Piala Dunia 2026 saat masih dilatih oleh Patrick Kluivert.
Sebelumnya, langkah tim ”Garuda” terhenti di putaran keempat (ronde keempat) kualifikasi Zona Asia. Indonesia menempati posisi juru kunci akibat kalah bersaing dengan Irak dan Arab Saudi. Kegagalan timnas melaju ke Piala Dunia 2026 itu pula yang menjadi alasan penggantian pelatih yang sebelumnya diemban oleh Kluivert ke tangan Herdman.
Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, yang juga hadir dalam pertemuan di Hambalang, mengatakan, sebelumnya pemerintah sangat berharap timnas bisa lolos kualifikasi Piala Dunia 2026 kendati kenyataan berkata lain. Namun, itu tidak menghentikan upaya yang bakal dilakukan untuk mewujudkannya empat tahun mendatang.
”Mari kita seluruh rakyat Indonesia setiap menikmati pertandingan sambil berdoa dan berharap, serta menumbuhkan keyakinan bahwa suatu saat nanti timnas Indonesia harus bisa berlaga di Piala Dunia,” kata Prasetyo.
Di tengah semangat untuk meraih cita-cita masuk Piala Dunia, Erick mengatakan, Presiden selama pertemuan pun memberondong Herdman dengan pertanyaan ihwal strategi dan persiapan yang bakal ia lakukan ke depan. Tak hanya itu, berbagai kebutuhan juga mulai dipetakan untuk disiapkan mengingat babak kualifikasi Piala Dunia 2030 akan dimulai tahun depan.
”Pokoknya semua program dari PSSI untuk pengembangan timnas, apalagi untuk persiapan 2030 sudah akan dimulai babak kualifikasinya tahun depan bulan September. Ini harus benar-benar kita jaga, kita persiapkan,” tutur Erick.
Untuk mewujudkan itu, kata Erick, PSSI akan memastikan pengembangan turnamen hingga ke akar rumput untuk memunculkan talenta-talenta muda secara nasional. Selain itu, naturalisasi pemain juga masih akan dilakukan, terutama untuk pemain yang memiliki ikatan darah dengan Indonesia.
”Jadi, balance antara persiapan timnas baik yang senior maupun yang muda, itu harus terus dilakukan,” kata Erick.
Herdman menambahkan, persiapan memang tengah dilakukan melalui keikutsertaan timnas di sejumlah turnamen, seperti Piala AFF dan FIFA ASEAN. Kedua turnamen itu tidak hanya memberikan kesempatan bagi para pemain untuk menambah pengalaman, tetapi juga menjadi momentum bagi dirinya untuk menilai performa para pemain.
”(Khususnya di) FIFA ASEAN, itu juga membuka kesempatan bagi timnas untuk menampilkan yang terbaik dan memenangi turnamen. Dan itu penting, kita harus memenangi turnamen tersebut untuk menunjukkan bahwa kita adalah yang terbaik di Asia Tenggara,” kata Herdman.
Untuk itu, menurut dia, penting untuk mendapatkan dukungan dari seluruh masyarakat, terlebih dari pemimpin negara. Ia kembali menekankan, Indonesia memiliki 280 juta penduduk yang seluruhnya bersemangat agar timnas bisa memasuki Piala Dunia 2030, Presiden Prabowo salah satunya.
”Segalanya kami akan lakukan, setiap hari kita akan bangkit, kita terobsesi pada kualifikasi itu, karena itu akan mengubah segalanya di negara ini selamanya,” kata Herdman.
Dengan begitu, target untuk meloloskan timnas lolos ke Piala Dunia 2030 bukan sekadar mimpi masyarakat. Pencapaian itu juga telah menjadi target nasional yang disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo kepada Herdman. Mampukah tren positif yang terbangun di awal masa kepelatihannya bertahan hingga mimpi itu terwujud?





