JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, bahwa Jakarta harus menjadi rumah bagi seluruh warga tanpa memandang perbedaan suku, agama, budaya, maupun latar belakang. Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan dalam acara Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026) malam.
"Kota ini harus menjadi rumah bagi seluruh warga dari berbagai suku, agama, budaya, dan latar belakang, sehingga dapat hidup berdampingan dengan harmonis," ujar Pramono.
Menurutnya, Jakarta telah menunjukkan komitmen dalam menjaga keberagaman dengan menyelenggarakan berbagai perayaan keagamaan dan budaya, mulai dari Natal, Imlek, Waisak hingga Nyepi.
"Dan di Jakarta ini belum pernah yang namanya Ogoh-Ogoh dan Penjor ditampilkan di Bundaran HI. Alhamdulillah kemarin ditampilkan di Bundaran HI," tuturnya.
Karena itu, ia berharap Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi dapat menjadi agenda rutin tahunan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Kita akan menyelenggarakan acara yang sama tahun depan dan tentunya mudah-mudahan jauh lebih baik, lebih aman, lebih meriah, serta membawa kegembiraan dan kenyamanan bagi kita semua," katanya.




