Capaian ini berasal dari komitmen pembelian sebanyak 337 ton kopi oleh puluhan buyer dari berbagai negara.
Keberhasilan tersebut menjadi sinyal positif bahwa kopi Indonesia masih menjadi salah satu komoditas unggulan yang diminati pasar internasional, terutama di kawasan Asia Tenggara. Buyer dari 13 negara berburu kopi Indonesia Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan RI di Bangkok mencatat potensi transaksi tersebut berasal dari 60 calon pembeli potensial yang menandatangani letter of intent (LoI) selama pameran berlangsung.
Para buyer berasal dari berbagai negara seperti Thailand, Belanda, Korea Selatan, Kanada, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Mesir, Oman, India, Brunei Darussalam, Filipina, Finlandia, hingga Taiwan.
"Antusiasme pengunjung terhadap kopi Indonesia sangat tinggi, tercermin dari banyaknya komitmen bisnis yang berhasil dihimpun selama penyelenggaraan pameran," ujar Atase Perdagangan Bangkok Rafika Arfani dilansir Antara, Sabtu, 20 Juni 2026.
Baca juga: Hobi Ngopi? Waspadai 6 Tanda Kandung Kemih Mulai Bermasalah Akibat Kafein
Dalam persiapan pameran, Rafika menyoroti sejumlah prosedur yang harus dipenuhi untuk memasukkan sampel produk kopi para eksibitor ke Thailand.
Prosedur tersebut mencakup perizinan dari Kementerian Pertanian dan Koperasi Thailand, Kementerian Perdagangan Thailand, Food and Drug Administration (FDA), serta otoritas Bea dan Cukai.
Ketentuan yang sama juga berlaku bagi seluruh importir produk kopi yang memasuki pasar Thailand.
Sebanyak 20 pelaku usaha kopi yang berasal dari daerah sentra kopi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, hingga Papua ikut serta dalam pameran tersebut. Potensi pasar kopi Indonesia Duta Besar RI untuk Kerajaan Thailand Hari Prabowo menekankan besarnya potensi pasar kopi di Thailand yang terus berkembang. Menurutnya, konsumsi kopi masyarakat Thailand meningkat hampir dua kali lipat dalam dua tahun terakhir, dari sekitar 180 cangkir menjadi 340 cangkir per kapita per tahun.
Di sisi lain, produksi kopi Thailand yang hanya sekitar 15.600 ton per tahun masih jauh di bawah kebutuhan domestiknya yang mencapai lebih dari 90.000 ton per tahun.
"Kondisi tersebut menjadikan Thailand sebagai pasar yang sangat prospektif bagi kopi Indonesia untuk memperluas penetrasi ekspor dan memperkuat posisinya di kawasan Asia Tenggara," kata Hari.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)





