WASHINGTON, KOMPAS.TV - Amerika Serikat (AS) mengeklaim Israel dan Hizbullah telah sepakat untuk gencatan senjata.
Hal itu diungkapkan oleh pejabat AS, setelah serangan intens Israel ke Lebanon selatan membunuh 47 orang.
Meski begitu, Israel dan Lebanon masih saling mengirim peringatan.
Baca Juga: Adik Kim Jong-Un Murka G7 Serukan Denuklirisasi Korea Utara: Mereka Mengundang Bencana
Kesepakatan ini terjadi mengikuti kekhawatiran lanjutan bentrokan bakal merusak kesepakatan damai AS-Iran.
Dilansir dari CBS News, pada Jumat (19/6/2026), Trump mengatakan ia telah berbicara dengan pejabat Israel.
Ia meminta mereka untuk sepakat gencatan senjata dengan Hizbullah.
Trump pun mengatakan gencatan senjata di Lebanon, positif, dan menyebutnya sebagai “bonus tambahan yang manis”.
Terkait gencatan senjata, militer Israel mengonfirmasikannya.
Namun seperti dilaporkan BBC, juru bicara militer Israel menegaskan pasukannya akan melanjutkan menghancurkan ancaman sesegera mungkin.
Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti
Sumber : CBS News/BBC
- israel
- lebanon
- gencatan senjata
- amerika serikat
- donald trump
- kesepakatan damai




