Sekjen Partai Golkar Sarmuji membalas Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus yang menyindir Golkar candu terhadap kekuasaan karena selalu berada di pihak penguasa meski kalah di Pilpres. Sarmuji mengatakan kekuasaan lah yang justru selalu menarik Golkar ke dalam pemerintahan.
"Golkar kan pernah berada di luar. Tapi kekuasaan yang justru menarik ke dalam," ujar Sarmuji kepada wartawan, Sabtu (20/6/2026).
Sarmuji menilai hal itu menjadi bukti kalau yang berkuasa membutuhkan Golkar di pemerintahan. "Itu menunjukkan bahwa yang berkuasa pun membutuhkan Golkar untuk memperkuat pemerintahan," ucapnya.
Lebih lanjut, mengenai pemadaman listrik yang juga disinggung Deddy Sitorus, Sarmuji menilai itu urusan semua pihak. Meski pemadaman listrik urusan PLN, Sarmuji mengatakan Ketumnya Bahlil Lahdalia sekaligus Menteri ESDM tetap menaruh perhatian terhadap persoalan itu.
"Kalau itu urusan semua lah. Meskipun secara teknis itu wilayah PLN, kami tetap akan memperhatikan urusan yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Kalau yang lain nggak mau concern urusan kerja PLN, kami tetap akan urus. Dan meskipun dirut PLN adalah mantan caleg PDIP," ujarnya.
Sarmuji menambahkan bahwa dirinya tetap menghormati posisi PDIP. Ia membiarkan publik untuk menilai keseimbangan yang dimaksud PDIP yang mengaku partai penyeimbang.
"Di pernyataan saya kan saya menghormati posisi politik PDI Perjuangan. Dan saya katakan biarlah rakyat yang menilai. Entah apa yang diseimbangkan. Kok jadi sensitif," ujarnya.
Sebelumnya, Deddy Sitorus merespons Sarmuji yang mempertanyakan apa yang diseimbangkan PDIP di luar pemerintahan. Deddy menyinggung Golkar yang selalu candu terhadap kekuasaan.
"Baiknya Golkar urus pemadaman listrik di mana-mana, bukan malah ngurusi PDIP. PDIP bukan Golkar yang kalah atau menang maunya ikut berkuasa. Kita tidak punya bakat candu kekuasaan, tanpa berkuasa akan mati atau tak berkembang," kata Deddy Sitorus saat dihubungi, Sabtu (20/6/2026).
Deddy mengatakan berada di dalam pemerintahan memang menguntungkan bagi partai politik karena punya akses kekuasaan. Ia heran lantaran Golkar justru menyinyiri PDIP yang berada di luar.
"Kenapa justru nyinyir terhadap yang tidak mau masuk mendapatkan kemewahan kekuasaan? Kami menghargai mereka yang ada di pemerintahan dan sebaiknya Golkar juga menunjukkan sikap yang sama bagi yang berada di luar," ucap dia.
(eva/idh)





