Jakarta, VIVA – Penangkapan Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa oleh Polda Metro Jaya pada Jumat, 19 Juni 2026, menjadi perhatian publik. Keduanya merupakan tersangka dalam kasus dugaan penyebaran tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Penangkapan dilakukan di lokasi berbeda pada Jumat pagi dan langsung memicu beragam respons. Tim kuasa hukum kedua tersangka memprotes proses penangkapan tersebut, sementara pihak kepolisian menegaskan langkah itu merupakan bagian dari tahapan hukum yang telah berjalan dan bukan tindakan yang dilakukan secara tiba-tiba.
Berikut rangkuman sejumlah fakta penting terkait penangkapan Roy Suryo dan dr Tifa.
Tim kuasa hukum Roy Suryo mengungkapkan kliennya ditangkap di rumahnya yang berada di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.
Kuasa hukum Roy, Ahmad Khozinudin, mengatakan penangkapan berlangsung saat Roy berada di rumah bersama keluarganya.
Menurut Ahmad, penyidik yang datang mengaku berasal dari Polda Metro Jaya dan langsung mencari Roy hingga ke ruang pribadi di dalam rumah.
Pihak keluarga disebut sempat meminta agar penyidik menunggu di ruang tamu. Namun menurut kuasa hukum, permintaan tersebut tidak dipenuhi.
Ahmad juga menyebut keluarga meminta agar proses penangkapan menunggu kedatangan tim penasihat hukum. Namun permintaan tersebut disebut tidak dihiraukan oleh petugas.
Kuasa hukum lainnya, Refly Harun, mengaku telah menemui Roy Suryo setelah berada di Polda Metro Jaya. Menurut Refly, Roy mengaku tidak sempat melakukan banyak persiapan sebelum dibawa oleh penyidik.
Roy disebut hanya sempat melaksanakan salat Subuh sebelum kemudian dibawa menuju Polda Metro Jaya.
dr Tifa Dijemput Saat Hendak Ujian DoktorDi lokasi berbeda, dr Tifa ditangkap di apartemennya pada Jumat pagi sekitar pukul 06.47 WIB.
Informasi tersebut disampaikan oleh salah satu anggota tim hukum dr Tifa, Azis Yanuar. Ia mengatakan pihaknya telah mengonfirmasi langsung kepada penyidik mengenai status tindakan kepolisian yang dilakukan terhadap kliennya.
Menurut Azis, saat penangkapan berlangsung dr Tifa sebenarnya sedang bersiap mengikuti ujian disertasi program doktor atau S3 di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.





