Jatinangor: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan para praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) soal profesionalisme dan integritas. Sebab, hal itu merupakan fondasi utama aparatur sipil negara (ASN) dalam bertugas.
AHY menyampaikan, Indonesia membutuhkan birokrasi yang kuat, profesional, dan mampu menjaga kepercayaan publik di tengah berbagai perubahan yang terjadi. Oleh karena itu, para calon aparatur negara harus membangun integritas sejak masa pendidikan dan menjadikannya sebagai pegangan sepanjang perjalanan pengabdian.
“Jaga netralitas, profesionalitas, dan integritas,” ujar AHY melalui keterangan tertulis, Sabtu, 20 Juni 2026.
Pesan tersebut disampaikan AHY saat memberikan kuliah umum Studium Generale di Kampus IPDN Jatinangor, Kamis, 18 Juni 2026. Kuliah umum tersebut bertajuk Menyiapkan ASN Unggul untuk Menjawab Tantangan Pembangunan Bangsa.
Baca Juga :
AHY Tegaskan Bonus Demografi Indonesia Harus Berintegritas dan Berkompetensi“Sebagai ASN, kesetiaan kita bukan kepada individu. Bukan kepada kelompok. Bukan kepada partai. Tetapi kepada bangsa, negara, dan konstitusi," ungkap AHY.
Menurut AHY, prinsip tersebut menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun demokrasi yang sehat. Pergantian kepemimpinan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, namun pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan secara profesional dan berkesinambungan.
Ilustrasi ASN. Foto: MI.
AHY mengingatkan birokrasi harus mampu menjaga objektivitas dan tetap fokus pada tugas utamanya sebagai pelayan publik. “Demokrasi yang sehat membutuhkan birokrasi yang profesional," sebut AHY.
Selain itu, AHY menjelaskan tantangan yang akan dihadapi ASN ke depan semakin kompleks. Perubahan teknologi, dinamika sosial, tantangan pembangunan, hingga berbagai persoalan global menuntut birokrasi yang adaptif dan responsif.
Namun di tengah seluruh perubahan tersebut, nilai-nilai dasar pengabdian tidak boleh berubah. Integritas, kejujuran, tanggung jawab, dan komitmen terhadap kepentingan masyarakat harus tetap menjadi kompas moral dalam setiap pengambilan keputusan.
Menurut AHY, kompetensi dan integritas harus berjalan beriringan. Kemampuan teknis yang tinggi tak akan berarti apabila tidak disertai karakter yang kuat.
Sebaliknya, kata AHY, integritas akan menjadi kekuatan yang menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan institusi negara. “Kita membutuhkan aparatur yang kompeten. Tetapi kita juga membutuhkan aparatur yang dapat dipercaya," ujar AHY.
Dalam kesempatan tersebut, AHY juga mengajak para praja mempersiapkan diri menjadi generasi pemimpin yang mampu menjaga nilai-nilai kebangsaan sekaligus menjawab tantangan masa depan. Menurut dia, Indonesia akan membutuhkan semakin banyak aparatur yang tidak hanya cerdas dan adaptif, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap kepentingan bangsa.
AHY juga mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat. Oleh karena itu, menjaga integritas bukan sekadar tuntutan profesi, melainkan bagian dari tanggung jawab moral sebagai abdi negara.
“Kepercayaan masyarakat adalah modal terbesar bagi pemerintahan. Dan kepercayaan itu hanya dapat dijaga oleh aparatur yang profesional, berintegritas, dan setia kepada bangsa serta konstitusi," kata AHY.




