Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto dan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, meninjau pelaksanaan budidaya yang dilakukan para narapidana di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah pada Sabtu (20/6).
Pada pagi hari, Titiek dan Agus meninjau lokakarya pembuatan batako dari limbah pembakaran batubara, fly ash dan bottom ash (FABA) oleh para narapidana Lapas Kelas IIB Terbuka, Nusakambangan. Di lokasi tersebut, keduanya juga meninjau rumah dinas berbahan dasar batako yang dihasilkan para narapidana.
Setelah itu, Agus dan Titiek meninjau budidaya ayam petelur omega yang dilakukan oleh narapidana Lapas Kelas IIB Nirbaya, Nusakambangan. Setibanya di lokasi, keduanya langsung mencicipi telur asin hasil olahan para narapidana.
“Enak, bisa digado. Tidak terlalu asin, jadi bisa dimakan tanpa nasi juga enak,” kata Titiek usai mencicipi telur asin.
Kemudian, Titiek dan Agus meninjau tempat pengolahan pupuk organik yang dibuat oleh para narapidana Lapas Kelas I Batu, Nusakambangan. Pupuk di tempat itu berasal dari kotoran hewan seperti sapi, ayam, domba, hingga kelelawar.
Selanjutnya, mereka melihat pusat pelatihan menjahit bagi narapidana di Lapas Kelas IIB Nirbaya. Di lokasi tersebut, para narapidana berlatih menjahit hingga memproduksi seragam untuk narapidana itu sendiri.
“Jangan ngejar quantity, tapi quality-nya juga,” pesan Titiek.
Berikutnya, mereka mengunjungi tambak udang vaname Bantar Panjang, Nusakambangan. Bahkan Titiek dan Agus ikut menarik hasil panen udang dari kolam bersama para narapidana Lapas Kelas IIA Permisan.
Peninjauan ini pun diakhiri dengan mengunjungi tambak budidaya ikan sidat pada sore hari. Titiek dan Agus pun menyaksikan para narapidana memanen ikan-ikan tersebut.
Dalam kunjungan ini, Titiek menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan oleh Kementerian Imipas dalam bidang ketahanan pangan. Titiek mengaku terkesan atas budidaya yang telah dilihatnya.
“Saya atas nama Komisi IV mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pak Menteri dan jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ujar Titiek kepada wartawan.
“Saya terkesan semuanya, enggak ada satu-dua itu terkesan. Saya ke sini sebenarnya nostalgia, dulu saya sering ke sini terus lihat kayak gini sekarang, wow sudah maju sekali,” sambungnya.
Sementara itu, Agus menyatakan komitmennya agar dapat melakukan perbaikan dalam kerja-kerja ketahanan pangan di lingkungan Kementerian Imipas.
“Tadi kami mohon beberapa evaluasi dan arahan, kami akan tindak lanjuti termasuk upaya-upaya perbaikan dari apa yang sudah kita kerjakan,” ujarnya.





