Bakpao Gandum di PIK Ini Berkembang Pesat, Dari PO Kini Laku Ribuan

detik.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Waktu menunjukkan pukul 12.00 siang. Yusnianti tiba di toko dua lantai tempatnya menjalankan UMKM bakpao gandum. Dirinya baru saja menghadiri undangan kurasi usahanya. Kini berkembang pesat, Bakpao Gandum by RoyalKueID ini dirintis dari nol hingga bisa laku ribuan biji.

Bertempat di Fresh Market PIK, Jakarta Utara, Rabu (17/6) kemarin, Yusnianti dengan ramah menceritakan bagaimana dirinya membangun usaha dari skala rumahan hingga kini bisa menyewa toko 2 lantai di lokasi yang strategis. Lantai atas ruko merupakan tempat produksi dan penyimpanan, lantai 1 untuk memajang jualannya sekaligus melayani pembeli yang datang.

"Ini kita mulai dari PO PO (pre order) dulu di akhir tahun 2023, terus kita dari situ cuman PO sesama teman, keluarga. Jadi, awalnya itu memang mulainya dari rumah. Nah, rumah teman saya yang jadi tempat produksi terus kita kerja sama. Saya lebih ke online marketingnya, sales segala macam dan nggak terasa tuh. Jadi, kayak bergulung, maksudnya omsetnya meningkat terus," tutur Yusnianti.

Bakpao gandum milik Yusnianti sudah bersertifikasi halal. Menunya beragam, mulai dari bakpao ayam jamur, barbekyu, casiu ayam, ikan cakalang, ayam spesial telur asin, mantou, kacang merah, ijo pandan, kacang tanah, kacang hijau, hingga cokelat lumer. Selain bakpao, toko Yusnianti juga menyediakan aneka minuman serta berkolaborasi dengan UMKM lain yang menitipkan produk jualan mereka.

Prospek usaha bakpao gandum Yusnianti menjanjikan. Kurang lebih setahun, Yusnianti mengambil langkah berani dengan menyewa toko di PIK. Setelah renovasi, pada akhir 2024 toko ini dibuka untuk umum.

Memulai dari nol, Yusnianti belajar banyak tentang kiat-kiat mengembangkan usaha. Dirinya rajin mengulik media sosial hingga berjejaring. Dari media sosial inilah Yusnianti berkenalan dengan LinkUMKM BRI.

Pelatihan BRI Bantu Berkembang

LinkUMKM BRI merupakan platform pemberdayaan digital terpadu oleh BRI, dirancang untuk membantu UMKM berkembang dan naik kelas. Yusnianti mengaku terbantu dengan platform yang disediakan BRI. Sebagai pelaku UMKM, dia mengaku tidak berani membayar mahal untuk mengikuti kelas tertentu. BRI hadir melalui kelas-kelas dan pelatihan gratis bagi UMKM anggotanya.

"Yang sering saya lihat itu ya kayak LinkUMKM, itu kan bagian dari Rumah. BUMN kan. Nah, dari situlah merapat ke mana, mulai ikut pelatihan-pelatihan. Karena kita UMKM, kita nggak berani juga bayar duit yang mahal-mahal ya kan. Kita cari mana yang kita butuhkan, yang lagi ngeklik sama kita ya kita pergi. Dan di situlah saya merasakan support-nya rumah BUMN di mana display, dapat display di tempat luar gitu loh," ujar Yusnianti.

Jejaring yang juga terbentuk dari Rumah BUMN memungkinkan Yusnianti berkolaborasi dengan UMKM lain yang menitipkan barang dagangannya. Saat detikcom berkunjung ke toko Bakpao Gandum RoyalKueID, di situ memang ada beberapa produk dari UMKM lain yang juga binaan BRI. Selain itu, Yusnianti juga bersyukur UMKM sepertinya bisa mengikuti berbagai expo.

"Puji syukur benar-benar kita merasakan yang hanya UMKM, dan walaupun masih UMKM, kita mendapat kesempatan untuk kayak sampai expo di kantor pemerintahan dan juga expo-expo yang lain yang kayak nasional kita juga dapat kesempatan," kata dia.

"Di mana Imlek Festival saya ketemu banyak teman-teman UMKM yang lain. Saya mengikuti acara fashion show, catwalk. Jadi mereka ada fashion show pas di Imlek Festival, kan banyak area tuh, saya fnb. Pas lagi acara, kayak mereka lagi ada acara pembinaan juga gitu ya, kita dengerin dan Ibu Irene Umar, wakil menterinya ekraf itu kan menantang kita, 'Ayo, kolaborasi aja kalian'. Nah di situ kita kolaborasi, saya bawa bakpao, baju batiknya temen UMKM yang lain, terus kita jalan di panggung, terus bulu matanya Geovanie. Jadi seru ya, seru perjalanannya. Saya bisa mendapatkan kayak hal-hal yang saya dapatkan dari LinkUMKM yang setelah saya dari Imlek Festival," tutur dia.

Usaha Bakpao Gandum di PIK. Foto: dok.istimewa/dikirimkan Yusnianti pemilik usaha bakpao gandum.
Omzet Gede

Di awal memulai usahanya, Bakpao Gandum RoyalKueID laku beberapa atus ribu saja. Yusnianti saat itu memang membatasi pesanan karena keterbatasan tenaga. Per hari ini, pesanan bakpao rintisan Yusnianti bisa tembus 3 ribu biji dengan rata-rata harga Rp 20.000. Jualannya bisa dibeli langsung di PIK maupun lewat Instagram bakpaogandum.royalkueid.

"Awal-awal kita mulai paling cuma beberapa ratus ribu. Terus terang, waktu awal intinya kita kayak pentingin yang penting 1 resepnya misalnya ada 50-40 bakpao itu kejual. Jadi, kita lebih pentingin quantity, tenaganya terbatas. Kalau sekarang kita bisa jual berapa ribu ya, ya kayak bulan lalu kita sampai ada hampir 3.000 kayaknya. Kita bilangin average-nya Rp 20.000," sebut Yusnianti.

"Tapi itu kita disclaimer sedikit, itu karena ada expo ya. Karena expo itu kan langsung penjualan bisa menanjak gede gitu hampir 1.000 piece itu," imbuhnya.

Salah satu acara yang paling sukses diikuti pihaknya, kata Yusnianti, yakni bazar di Lemhannas. Dirinya membawa sekitar 200 bakpao ke acara tersebut. Karena antusiasme dan sambutan positif dari pengunjung acara, Yusnianti menyebut dirinya banyak mendapatkan pesanan pre order dari acara tersebut. Usaha ini juga sempat mengikuti acara lari di Jakarta.

Bagi Yusnianti, BRI lewat Rumah BUMN maupun platforum LinkUMKM sangat membantu perkembangan usahanya, termasuk urusan media sosial. Pelatihan yang diberikan, katanya, memberi manfaat bagi UMKM untuk berkembang dan naik kelas.

"Dari kita yang sama sekali enggak ngerti apa-apa ternyata kita sekarang ngerti kayak cari konten nih. Ada banget, pengaruh banget (dari pelatihan). Jadi yang menarik dari kalau tiap kali ikut pelatihannya, ini kan saya perhatikan itu kan speakernya beda-beda yang di rumah BUMN, speakernya yang mereka invite itu selalu beda-beda. Topiknya juga beda-beda. Kita kan ada sesi tanya jawab nih. Jadi, kalau kita tanya segala macem itu yang praktisi itu bisa memberikan 1 insight yang kita masih belum mengerti gitu," kata Yus.

Sebagai UMKM yang terpilih, dia juga beruntung merasakan pelatihan tambahan. Terus berkembang, Yusnianti kini dibantu 4 orang karyawan. Usaha miliknya terus berkembang hingga hari ini.

"Saya beruntung banget merasakan yang namanya pelatihan tambahan yang mereka berikan kepada UMKM yang terpilih," sebut Yusnianti.

Usaha Bakpao Gandum di PIK. Foto: dok. istimewa/dikirimkan pemilik usaha Yusnianti.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, ekosistem LinkUMKM BRI memperluas akses pembelajaran dan pendampingan agar UMKM lebih siap mengembangkan strategi usaha.

"LinkUMKM membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengikuti pelatihan yang relevan dengan kebutuhan bisnis, mulai dari penguatan dasar hingga peningkatan kapasitas untuk berkembang," katanya.

Dalam wawancara bersama detikcom, Koordinator Rumah BUMN Jakarta, Jajang Rohmana, menegaskan komitmen Rumah BUMN BRI membantu UMKM lebih dikenal masyarakat dan memperluas pasar lewat program-program yang diberikan. Pelatihan yang dihadirkan pun bertujuan untuk membantu UMKM naik kelas.

"Di Rumah BUMN, para pelaku usaha atau UMKM mendapatkan pelatihan untuk mempertajam skill kewirausahaan, pendampingan digital, hingga akses permodalan dan jejaring pasar," ujar Jajang.

"Setiap senyuman dari pelaku UMKM yang berhasil naik kelas adalah energi bagi kami," imbuh dia.




(gbr/gbr)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kuasa Hukum Duga Penangkapan Roy Suryo dan Tifa untuk Pengalihan Isu Demo Mahasiswa
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Smart Factory Jadi Kunci Tingkatkan Produktivitas UMKM, Ini Pesan Kementerian UMKM
• 2 jam laludisway.id
thumb
Lensa Berbicara: Detik-detik Roy Suryo dan Dokter Tifa Dibawa ke RS Polri, Pendukung Gedor Mobil Tahanan
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Aldila/Janice tersingkir di semifinal Nottingham Open 2026
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Kementerian ESDM Gelontorkan Rp10 Triliun Pasang Listrik di Desa yang Masih Gelap
• 4 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.