Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon berharap pemugaran Masjid Tuo Ampang Gadang di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan kawasan sebagai destinasi budaya dan wisata.
Masjid bersejarah yang berdiri sejak 1834 itu telah menyelesaikan tahap pertama pemugaran dan diresmikan pada Jumat (19/6), disaksikan Bupati Lima Puluh Kota Safni Sikumbang serta Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha.
Fadli menegaskan keberhasilan revitalisasi bangunan cagar budaya tersebut harus diikuti dengan penguatan aktivitas masyarakat di kawasan sekitar.
"Setelah renovasi diperlukan dukungan masyarakat, pemerintah kabupaten, dan DPRD untuk mengaktivasi masjid," ujar Fadli.
Tahap Lanjutan Fokus Penataan KawasanMenurut Fadli, tahap lanjutan pemugaran akan mencakup penataan kawasan, pemasangan pagar, dan penyediaan informasi bagi pengunjung yang ditargetkan selesai pada 2026.
Ia menjelaskan pelestarian Masjid Tuo Ampang Gadang dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kebudayaan.
Fadli berharap masjid tersebut tetap menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus menjaga warisan sejarah dan tradisi keagamaan yang telah berlangsung selama hampir dua abad.
"Mudah-mudahan Masjid Tuo Ampang Gadang yang sudah kita perbaiki, kita pugar, dapat menjadi masjid yang terus berlangsung dengan komunitasnya, dengan sejarahnya, dengan ajaran-ajarannya," ungkapnya.
Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Budaya dan ReligiBupati Lima Puluh Kota Safni Sikumbang menyambut baik program pemugaran tersebut dan menilai langkah itu sejalan dengan prioritas pembangunan nasional di bidang kebudayaan.
Pada tahap berikutnya, pemerintah juga akan memugar menara masjid yang dibangun pada 1901.
Menara tersebut dikenal memiliki arsitektur hasil akulturasi budaya Minangkabau dengan budaya Mughal dari Asia Tengah.
Kementerian Kebudayaan bersama pemerintah daerah berkomitmen mengembangkan kawasan Masjid Tuo Ampang Gadang sebagai destinasi budaya, sejarah, wisata religi, wisata kuliner, dan wisata alam.
Pengembangan kawasan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.




