JAKARTA, KOMPAS – Ulang tahun ke-499 Jakarta bakal bertabur peresmian dan pembangunan infrastruktur baru, serta komitmen peduli lingkungan. Momentum hari jadi kota dipilih untuk menunjukkan keseriusan mewujudkan kota yang semakin nyaman, modern, berdaya saing, dan milik seluruh warga.
Sejumlah rangkaian kegiatan akan menyemarakkan ulang tahun Jakarta pada 22 Juni nanti. Diawali pada Minggu (21/6/2026), Pemprov Jakarta akan meresmikan penataan Jalan HR Rasuna Said pada pukul 07.00–08.00 WIB di Halte Setiabudi Integritas.
Penataan Jalan HR Rasuna Said bergulir sejak 14 Januari 2026 setelah pemotongan tiang monorel mangkrak. Pekerjaan lalu berlanjut ke penataan jalan, trotoar, dan kelengkapannya.
Sisi timur Jalan HR Rasuna Said sepanjang 3,5 kilometer ditata sama dengan sisi baratnya. Ruas tersebut terdiri dari lajur bus Transjakarta, lajur umum, lajur sepeda, dan trotoar.
Peresmiannya nanti ditandai dengan penamaan Halte Setiabudi Integritas. Nama ini dipilih sebagai simbol penguatan budaya anti korupsi dan integritas di ruang publik.
Setelah itu, berlangsung Apel Siaga Jaga Jakarta Pilah Sampah pada pukul 08.00–09.00 WIB di sisi barat Monumen Nasional (Monas). Gerakan pilah sampah dari sumber bertujuan memperkuat kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dari rumah.
Pemprov Jakarta mendeklarasikan gerakan pilah sampah di Plaza Festival, Jakarta Selatan, pada 10 Mei 2026. Deklarasi merupakan tindak lanjut Instruksi Gubernur Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 yang diteken pada 30 April 2026.
Pilah sampah dan pengolahan dari sumber wajib dilakukan karena mulai 1 Agustus 2026 nanti TPST Bantargebang hanya menerima sampah residu. Bahkan, ditargetkan pada 2027 sudah tidak lagi menerima sampah.
Pemprov Jakarta kemudian akan melaksanakan groundbreaking Pedestrian Deck Dukuh Atas pada pukul 09.00–10.00 WIB di samping Patung Jenderal Sudirman. Infrastruktur ini diharapkan meningkatkan konektivitas antarmoda transportasi sekaligus memperkuat kawasan Dukuh Atas sebagai pusat transit yang nyaman dan terintegrasi.
Dukuh Atas merupakan kawasan berorientasi transit paling lengkap dari segi layanan angkutan umum di Jakarta. Namun, integrasi fisik antarlayanan masih terpisah sehingga pengguna belum mudah berganti moda.
Pemprov Jakarta lantas mewacanakan pembangunan jembatan tersebut pada pertengahan 2026. Proyek ini digadang menyatukan empat kuadran layanan angkutan umum yang saat ini belum tersambung.
Gubernur Jakarta Pramono Anung dalam siaran persnya, Sabtu (20/6/2026), mengajak seluruh warga untuk menikmati wajah kekinian Jakarta. Jalan HR Rasuna Said semakin tertata, memulai gerakan pilah sampah dari rumah, menyambut pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas, dan memanfaatkan akses baru menuju JIS–Ancol.
"Jakarta yang maju bukan hanya dibangun oleh pemerintah, tetapi dijaga bersama oleh seluruh warganya,” ujar Politisi PDI Perjuangan itu.
Serial Artikel
HR Rasuna Said Bersolek, dari Barisan Tiang Monorel Mangkrak Menjadi Ikon Baru Jakarta
Jalan HR Rasuna Said akan menjadi ikon baru Jakarta. Pembenahan dilakukan di banyak titik untuk mempercantik salah satu jalan protokol di Jakarta ini.
Sehari berselang atau bertepatan dengan ulang tahun Jakarta pada Senin (22/6/2026), Pemprov Jakarta akan meresmikan secara terpadu penataan kawasan JIS–Ancol di Jakarta Utara. Kegiatannya meliputi peresmian Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dan Gerbang JIS–Ancol, serta aktivasi dan uji coba Stasiun KRL JIS.
Menurut Pramono, kehadiran infrastruktur tersebut menjadi langkah penting untuk meningkatkan aksesibilitas dan integrasi transportasi. Kemudian, mendukung pengembangan JIS sebagai destinasi olahraga dan hiburan bertaraf internasional.
Masalah akses JIS sendiri sudah ramai diperbincangkan sejak awal berdirinya stadion tersebut. Pengunjung banyak memprotes soal minimnya layanan transportasi umum dan akses jalan menuju stadion.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretariat Daerah Jakarta Suharini Eliawati menambahkan, rangkaian kegiatan menyambut ulang tahun Jakarta sebagai momentum menunjukkan berbagai capaian dan langkah konkret pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga.
"Melalui penataan kawasan, penguatan budaya peduli lingkungan, serta pembangunan infrastruktur yang terintegrasi, kami ingin menghadirkan kota yang semakin nyaman, modern, dan berdaya saing bagi seluruh warga," kata Suharini.
Rangkaian perayaan kemudian berlanjut pada 27–28 Juni 2026 dengan berbagai kegiatan akhir pekan, festival, dan hiburan masyarakat. Pada usia Jakarta ke-499 diharapkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat semakin baik.





