jpnn.com, JAKARTA - DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP merespons sindiran Partai Golkar yang mempertanyakan peran partai berlambang banteng itu sebagai penyeimbang di luar pemerintahan.
Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus meminta Golkar lebih fokus mengurus persoalan yang dihadapi masyarakat dibanding mengomentari posisi politik partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu.
BACA JUGA: Sentil Golkar, PDIP: Lebih Baik Urus Listrik Padam Daripada Sibuk Urusi Kami
"Saya menilai lebih baik Partai Golkar fokus mengurus persoalan pemadaman listrik yang terjadi di mana-mana daripada sibuk mengurusi posisi PDI Perjuangan," kata Deddy dalam keterangannya, Sabtu (20/6).
Anggota Komisi II DPR RI itu menegaskan PDIP bukan partai yang menjadikan kekuasaan sebagai tujuan utama. Menurut Deddy, PDIP tidak memiliki ketergantungan terhadap kekuasaan sehingga tidak merasa harus selalu berada di dalam pemerintahan.
BACA JUGA: Golkar Soroti Sikap Politik PDIP, Sarmuji: Selama Ini Apa yang Diseimbangkan?
"PDI Perjuangan bukanlah partai seperti Golkar yang kalah atau menang tetap ingin ikut berkuasa. Kami tidak memiliki bakat candu kekuasaan, seolah tanpa berkuasa akan mati atau tidak berkembang," ujarnya.
Deddy mengakui berada di dalam pemerintahan memberikan keuntungan politik karena memiliki akses terhadap kekuasaan. Namun, hal itu bukan alasan bagi PDIP untuk memaksakan diri bergabung dengan kabinet.
BACA JUGA: Jazilul PKB Sarankan PDIP Bersikap, Deddy Sitorus Sewot: Urus Partai Sendiri!
Dia juga mempertanyakan sikap sejumlah pihak yang menyindir keputusan PDIP tetap berada di luar pemerintahan.
"Saya memahami betul bahwa berada dalam pemerintahan sangat menguntungkan partai politik karena memiliki akses kekuasaan. Namun, justru karena itulah saya heran mengapa ada pihak yang bersikap nyinyir terhadap partai yang memilih tidak masuk dan tidak menikmati kemewahan kekuasaan," tuturnya.
Lebih lanjut Deddy menegaskan PDIP menghormati partai-partai yang memilih bergabung dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Oleh karena itu, dia berharap penghormatan yang sama juga diberikan kepada partai yang berada di luar pemerintahan.
"Kami menghormati partai-partai yang berada di pemerintahan dan sudah sepantasnya Golkar juga menunjukkan sikap yang sama kepada pihak yang berada di luar pemerintahan," kata Deddy.
Sebelumnya, Sekjen Partai Golkar Muhamad Sarmuji menyoroti ketidakjelasan posisi politik PDIP terhadap pemerintahan Prabowo. Legislator Golkar di DPR RI itu menghormati pilihan politik PDIP yang tidak bergabung dengan pemerintahan.
Namun, Sarmuji menganggap peran PDIP sebagai penyeimbang masih perlu dibuktikan.
"Yang jelas sampai sekarang PDIP tidak masuk di pemerintahan. Kalau praktik penyeimbang itu soal lain. Selama ini entah apa yang diseimbangkan? Nanti rakyat yang menilai," kata Sarmuji.(kkp/jpnn)
Yuk, Simak Juga Video ini!
BACA ARTIKEL LAINNYA... Ganjar Klaim Sikap PDIP Sudah Jelas, Tidak Ada Istilah Abu-Abu
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi




