Pemadaman Listrik di Bogor Ganggu Usaha Pedagang: Enggak Bisa Apa-apa, Tinggal Pasrah Aja

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

BOGOR, KOMPAS.com- Sejumlah pedagang di Bogor mengaku kesulitan melayani pelanggan akibat pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah pada Sabtu (20/6/2026).

Salah satunya pengusaha tailor, Ismail (40), yang menyebut usahanya lumpuh total karena seluruh aktivitas menjahit bergantung pada listrik.

Akibat pemadaman listrik, tidak ada aktivitas menjahit di tempat usahanya. Para pekerja memilih beristirahat sambil menunggu listrik kembali menyala.

"Ya kalau untuk buat usaha tailor kayak gini ya lumpuh total, soalnya kita utama banget sih untuk kelistrikan. Jadi enggak bisa ngapa-ngapain, udah nol banget. Kalau mati kayak gini kan udah enggak bisa kerja, enggak bisa ngapa-ngapain," kata Ismail kepada Kompas.com di Perumahan Budi Agung, Kota Bogor, Sabtu.

Ia menuturkan, target pekerjaan yang telah dijanjikan kepada pelanggan terpaksa mundur akibat pemadaman listrik.

Menurut Ismail, dalam kondisi normal usahanya dapat menyelesaikan lima hingga 10 potong pakaian per hari.

"Untuk target kan kita ada target sebenarnya ya, jadi kalau mati kayak gini ya udah benar-benar enggak bisa apa-apa, tinggal pasrah aja," tuturnya.

Meski terdampak pemadaman listrik, Ismail mengaku tidak menghubungi pelanggan secara khusus karena menilai masyarakat sudah mengetahui kondisi yang terjadi.

"Ya kalau untuk ke konsumen kita sih enggak ngabarin ya, biasanya mah rata-rata untuk kayak gini mah sudah tahu dirilah istilahnya gitu," jelas dia.

Baca juga: Jadwal Pemadaman Listrik di Bogor Hari Ini, Berikut Wilayah yang Terdampak

Kehilangan Pelanggan Keluhan serupa disampaikan pengusaha fotokopi, Saiful (28). Ia mengatakan pemadaman listrik membuat seluruh layanan di tempat usahanya tidak dapat beroperasi.

"Fotokopi enggak bisa, ngeprint enggak bisa, laminating enggak bisa. Semuanya sih pada ininya (pakai) listrik," kata Saiful di Perumahan Budi Agung, Sabtu.

Saat ada pelanggan datang, Saiful biasanya langsung menginformasikan bahwa tempat usahanya sedang terdampak pemadaman listrik.

Akibatnya, banyak pelanggan memilih membatalkan keperluannya dan kembali pulang.

"Ya lagi mati lampu, paling gitu. Kalau misalnya ditanya lama, 'kayaknya lama sih', gitu aja biar enggak nunggu kan kasian," ujarnya.

Saiful mengatakan, dalam kondisi ramai usahanya dapat menghabiskan dua hingga tiga rim kertas per hari. Sementara saat sepi, rata-rata menghabiskan satu rim kertas.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Namun, saat listrik padam, aktivitas usaha praktis berhenti total.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Copet HP Kepergok Beraksi di Halte TransJ CSW, Langsung Dibawa ke Kantor Polisi
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Indonesia Sustainability Award 2026 Apresiasi Komitmen ESG dan Pemberdayaan PNM
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
PLN Minta Maaf! Ini Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa | KOMPAS PETANG
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Perampok Sadis di Riau Ternyata Pekerja Honorer SD, Pelaku Terjerat Pinjol
• 21 jam laludetik.com
thumb
Cek Mobil Bekas Mulai Rp 350 Ribu, Sudah Termasuk Deteksi Tabrak dan Banjir
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.