Jemaah Pakai Baju 9 Lapis di Bandara Arab Saudi demi Siasati Barang Bawaan

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

MADINAH, KOMPAS.com - Sejumlah jemaah haji Indonesia rela mengenakan busana gamis oleh-oleh mereka hingga sembilan bahkan sepuluh lapis saat berada di bandara Arab Saudi.

Cara itu dipilih demi 'mengamankan' oleh-oleh untuk keluarga di Tanah Air di tengah ketatnya aturan penerbangan.

Sesuai regulasi penerbangan, jemaah hanya diizinkan membawa tiga barang bawaan yakni koper bagasi dengan berat maksimal 32 kilogram.

Kemudian, koper kabin seberat maksimal tujuh kilogram dan tas selempang berisi dokumen penting seperti paspor.

Baca juga: KPK Telaah Permohonan Penangguhan Penahanan Asrul Tersangka Korupsi Haji

Jika barang bawaan mereka berlebih, maka petugas maskapai dan imigrasi akan meminta mereka mengurangi barang bawaan sesuai dengan regulasi.

Tak jarang sejumlah jemaah pun harus meninggalkan barang di bandara demi mengurangi bobot muatan.

Salah satu jemaah yang menggunakan trik ini adalah Marina asal Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, yang tergabung dalam embarkasi Makassar (UPG).

Dia sengaja mengenakan gamis sembilan lapis agar oleh-olehnya bisa terbawa ke Tanah Air.

"Kopernya tidak muat kalau terlalu banyak. Jadi saya keluarkan baju-baju untuk dipakai. Supaya kopernya lebih longgar," kata Marina.

Jemaah lainnya M Yamin bersama sang istri juga melakukan trik yang sama agar berat kopernya tak melebihi aturan yang ditentukan.

Baca juga: Profesi Pedagang Asongan hingga Kerupuk, 17 Jemaah Haji Asal Jombang Terima Bantuan dari UEA

Yamin bahkan mengalungkan baju ihram yang digunakannya selama berhaji.

"Pakai sembilan lapis gamis ditambah kain ihram biar semua termuat," ujar dia.

Kesibukan jemaah menyesuaikan regulasi penerbangan soal muatan tampak di Bandara King Abdul Aziz Jeddah dan Bandara Internasional Pangeran Mohammad Bin Abdulaziz Madinah, Arab Saudi.

Aktivitas merapikan koper dibantu oleh petugas kloter dan daker bandara.

Salah satu yang membagikan pengalaman membantu jemaah adalah Peltu M. Firdaus, petugas Tusi Lindungan Jemaah (Linjam) Daker Bandara.

Baca juga: Penampakan Tumpukan Air Zamzam Sitaan dari Koper Jemaah Haji yang Nekat Mau Bawa Pulang

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Firdaus kerap membantu 'mendadani' jemaah agar baju oleh-oleh mereka terbawa seluruhnya.

"Beberapa jemaah memang mengenakan baju berlapis-lapis demi lolos pemeriksaan. Usai membantu, ada kebanggaan tersendiri ketika jemaah mengucapakan terima kasih," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketika AI Bekerja 24 Jam Tanpa Lelah, Apa yang Akan Terjadi pada Pekerjaan Manusia?
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Jadi Rekrutan Baru Real Madrid, tapi Pernah Bela Barcelona, Cucurella: Saya Tidak Ragu
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gelar Diskusi Publik, Aliansi Mahasiswa Indonesia Serukan Jaga Stabilitas Nasional
• 23 menit lalutvonenews.com
thumb
Invest Selangor Gelar Forum Bisnis ASEAN, Perluas Jejaring Ekonomi di Kawasan Asia Tenggara
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
KPK Sita Dokumen Usai Geledah 3 Kantor di Bali Terkait Kasus Silmy Karim
• 3 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.