Komitmen PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dalam memperkuat konektivitas antarpulau kembali diwujudkan melalui pengembangan infrastruktur Pelabuhan Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Melalui seremoni groundbreaking pembangunan Dermaga 2 dan peningkatan kapasitas Dermaga 1 yang berlangsung pada Kamis (18/6), ASDP menegaskan perannya sebagai penggerak konektivitas sekaligus katalisator pertumbuhan ekonomi kawasan kepulauan.
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad; Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika; Kepala Dinas Perhubungan Kepulauan Riau, Junaidi; perwakilan Danrem, Kolonel Infanteri Elri Priyanto; perwakilan Kapolda, Kombes Pol. Ade Mulyana; Kepala BPTD Kelas II Kepulauan Riau, Dini Kusumahati; Direktur Operasi I Nindya Karya, Fatchurrohman; Direktur Utama ASDP, Heru Widodo; Direktur Teknik ASDP, Nana Sutisna; Direktur SDM dan Layanan Korporasi ASDP, Ardhi Ekapaty; jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda); serta manajemen ASDP.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan pengembangan Pelabuhan Tanjung Uban merupakan langkah strategis untuk menjawab pertumbuhan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik yang terus meningkat di wilayah kepulauan.
"Setiap dermaga yang kami bangun bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan penghubung berbagai peluang ekonomi, pengembangan sektor pariwisata, dan peningkatan daya saing daerah. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen ASDP dalam mewujudkan visi We Bridge the Nation, menghubungkan wilayah sekaligus membuka akses terhadap pertumbuhan yang lebih inklusif," ujar Heru.
Dukungan terhadap proyek ini juga disampaikan Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad. Menurutnya, peningkatan fasilitas pelabuhan merupakan langkah strategis untuk memperkuat konektivitas antarpulau di Provinsi Kepulauan Riau yang didominasi wilayah perairan. Ia berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan sesuai rencana sehingga memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Dalam proyek tersebut, ASDP membangun Dermaga 2 sepanjang 119,48 meter yang dirancang untuk melayani kapal hingga 1.000 Gross Tonnage (GT). Dermaga ini akan dilengkapi movable bridge berkapasitas 80 ton guna memperlancar proses bongkar muat kendaraan dan penumpang. Secara bersamaan, kapasitas Dermaga 1 juga ditingkatkan melalui penguatan infrastruktur dan fasilitas sandar sehingga mampu melayani kapal hingga 2.000 GT dengan panjang sandar mencapai 200,90 meter.
General Manager ASDP Cabang Batam, Reno Yulianto, menjelaskan bahwa selain pengembangan di Tanjung Uban, ASDP juga melaksanakan rehabilitasi Dermaga I Pelabuhan Telaga Punggur guna meningkatkan aspek keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi layanan transportasi penyeberangan di wilayah Kepulauan Riau.
"Seluruh pekerjaan ini kami targetkan selesai dan dapat beroperasi optimal pada akhir 2026. Melalui peningkatan kapasitas dermaga dan modernisasi fasilitas pendukung, ASDP berkomitmen menghadirkan layanan penyeberangan yang semakin prima guna mendukung mobilitas masyarakat, kelancaran rantai pasok, dan aktivitas ekonomi daerah," jelas Reno.
Saat ini, Pelabuhan Tanjung Uban melayani tiga lintasan penyeberangan, dengan rute Tanjung Uban–Telaga Punggur menjadi salah satu yang tersibuk. Pada lintasan tersebut, ASDP mengoperasikan KMP Tanjung Burang dan KMP Baru untuk melayani pergerakan penumpang dan kendaraan antarwilayah.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Pelabuhan Tanjung Uban telah melayani 301.221 penumpang dan 131.684 kendaraan. Tingginya trafik tersebut menjadi dasar penting bagi pengembangan kapasitas pelabuhan agar layanan semakin lancar, aman, nyaman, dan efisien.
"Sebagai operator penyeberangan yang andal, kami memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi serta pembangunan berkelanjutan di Kepulauan Riau," tutup Heru.





