jpnn.com - KEDIRI - Ketua Steering Committee Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, KH. Ahmad Said Asrori membagikan informasi penting.
Dia menyebut bahwa pada munas dan konbes akan melahirkan keputusan strategis NU, salah satunya yang paling ditunggu nahdiyin, yakni lokasi Muktamar pada 1-5 Agustus 2026.
BACA JUGA: Menjelang Muktamar ke-35 NU, Gus Lilur Dukung Nasaruddin Umar Jadi Calon Ketua Umum PBNU
Muktamar sebagai forum tertinggi organisasi itu akan memilih Rais Aam dan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU yang baru.
"Insyaallah di Munas dan Konbes ini (Muktamar) itu akan diputuskan,” katanya, Sabtu (20/6).
BACA JUGA: Cirebon Raya Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU
Kiai Said Asrori menambahkan, Pondok Pesantren Ploso dipilih sebagai lokasi pelaksanaan Munas dan Konbes karena NU memiliki hubungan yang tidak terpisahkan dengan tradisi pesantren.
“Kenapa Munas Konbes di Pondok Pesantren Ploso? Ya, karena NU ini lahir dari pondok pesantren. NU dan pesantren itu sesuatu yang tidak bisa dipisahkan. Bagaikan satu mata uang. NU tidak bisa meninggalkan pesantren, pesantren tidak bisa meninggalkan NU” ujarnya.
BACA JUGA: Permintaan Masyayikh pada Gelaran Munas-Konbes NU
Dia pun mengutip pernyataan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang menyebut pesantren sebagai “NU kecil”, sementara NU adalah “pesantren besar”.
“Sehingga kami sepakat Munas Konbes di pondok pesantren Ploso ini. Ponpes ini punya sejarah panjang menorehkan alumni di seluruh wilayah Indonesia,” katanya.
Sementara itu, penutupan Munas dan Konbes akan digelar di Bangkalan, Madura.
Said menuturkan bahwa pemilihan Bangkalan didasarkan pada nilai historis berdirinya Nahdlatul Ulama.
Ia menyebut peran besar Syaikhona Muhammad Khalil bin Abdul Latif Al-Bangkalani yang memberikan isyarat kepada Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari untuk mendirikan jamiyah Nahdlatul Ulama (NU).
“Kenapa di Bangkalan? Karena ada faktor sejarah," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Organizing Committee (OC) Munas dan Konbes NU 2026 Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan rangkaian agenda Munas dan Konbes dimulai dengan pembukaan pada Sabtu (20/6) malam, dilanjutkan sidang pleno pertama.
“Ada laporan capaian PBNU. Diawali dengan pengarahan Rais Aam dan Wakil Rais Aam. Setelah itu diteruskan komisi-komisi,” ujarnya.
Dia menjelaskan terdapat enam komisi yang akan membahas berbagai agenda strategis organisasi hingga pleno terakhir pada Senin. Setelah pleno terakhir, peserta akan bergeser menuju Surabaya setelah ziarah ke makam para muassis NU di Jombang.
“Jika memungkinkan waktunya, para peserta akan ziarah ke muasis. Di makam muasis di Jombang. Setelah itu nanti bermalam di Surabaya, paginya menuju ke Bangkalan, ziarah ke makam Syaikhona Kholil Bangkalan,” katanya.
Penutupan Munas dan Konbes akan dilaksanakan di Institut Agama Islam Syaikhona Kholil Bangkalan. PBNU juga secara resmi mengundang Kepala Negara untuk hadir sekaligus menutup rangkaian kegiatan tersebut. (*/jpnn)
Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan




