China Perketat Ekspor Indium, Bahan Baku Chip Pusat Data AI

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

China meningkatkan pengawasan terhadap ekspor indium, salah satu bahan baku chip kecerdasan buatan (AI).

China Perketat Ekspor Indium, Bahan Baku Chip Pusat Data AI. (Foto: Freepik)

IDXChannel - China meningkatkan pengawasan terhadap ekspor indium, salah satu bahan baku chip kecerdasan buatan (AI).

Dilansir dari Investing pada Sabtu (20/6/2026), sejumlah pembeli khawatir China akan membatasi ekspor indium dalam waktu dekat.

Baca Juga:
Panda Bond RI Dapat Dukungan Penuh Pemerintah dan Bank Sentral China, Perizinan Bakal Dipercepat

China memproduksi hampir 70 persen indium di dunia. Logam ini merupakan produk sampingan dari pemurnian seng

Indium merupakan bahan baku untuk membuat indium fosfida, yang digunakan untuk membuat chip optik berkecepatan tinggi untuk pusat data AI.

Baca Juga:
Tinggalkan Dolar AS, Transaksi Mata Uang Lokal RI-China Tembus Rp233,7 Triliun dalam 4 Bulan

Beijing telah memasukkan indium fosfida ke dalam daftar kontrol ekspor sejak Februari 2025. Pembatasan tersebut telah menjadi hambatan yang cukup besar bagi pembangunan pusat data AI generasi berikutnya.

Meskipun indium tidak ada dalam daftar kontrol ekspor, dua pembeli mengatakan kepada Reuters tentang meningkatnya pengawasan terhadap pembelian logam tersebut oleh otoritas bea cukai di China.  

Baca Juga:
Purbaya Sebut Panda Bond Direspons Positif Investor China

Untuk pertama kalinya tahun ini, seorang pembeli asal Eropa diminta untuk mengungkapkan informasi tentang pengguna akhir, termasuk di mana mereka berlokasi.

Seorang pembeli asal Amerika Utara mengatakan jangka waktu proses persetujuan telah bertambah dari sehari yang sama menjadi beberapa hari. Pembeli ini belum diminta informasi tambahan oleh bea cukai.

Proses yang lebih ketat ini tidak dialami semua pembeli. Dua pembeli lain mengatakan kepada Reuters bahwa mereka telah mendengar tentang pemeriksaan tambahan tetapi belum mengalaminya sendiri. 

Indium telah diidentifikasi sebagai potensi kerentanan bagi Amerika Serikat (AS), yang Badan Logistik Pertahanannya awal tahun ini mengajukan proposal untuk menimbun hingga 403 ton material tersebut dalam waktu tiga tahun. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perampok Minimarket di Bekasi Ditangkap Saat Bersembunyi di Rumah Dukun di Cikarang
• 11 jam lalukompas.com
thumb
ASDP Tancap Gas Kembangkan Pelabuhan Tanjung Uban, Konektivitas dan Ekonomi Kepri Dipacu
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Perjanjian Pra-Nikah untuk Pasangan Dua Karier, Perlu atau Tidak?
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Rute Trans Jatim Koridor I Dialihkan, Tiga Halte di Gresik Tidak Beroperasi Sementara
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
PDIP Sindir Golkar Candu Kekuasaan: Kalah Atau Menang Maunya Ikut Berkuasa
• 21 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.