Saat Suporter Jepang Bersih-bersih Stadion Piala Dunia Malah Tuai Kritikan

detik.com
11 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Suporter tim nasional sepak bola Jepang kerap dipuji karena rajin membersihkan stadion usai menonton pertandingan Tim Samurai Biru. Namun kritikan justru terlontar dari sebagian warga Jepang. Kenapa?

Aksi suporter Jepang mengambil sampah-sampah di bangku penonton sudah dilakukan bertahun-tahun. Sikap peduli kebersihan itu sudah melekat dalam citra mereka.

Aksi bersih-bersih itu berlanjut hingga gelaran Piala Dunia 2026. Seusai laga perdana, suporter Jepang kembali membersihkan sampah di stadion dan foto-fotonya berseliweran di media sosial (medsos).

Mereka tampak menyisir tribun bangku stadion sambil membawa kantong sampah. Sampah yang berceceran mereka pungut hingga tribun stadion menjadi bersih.

Namun, sebagian masyarakat Jepang menilai adanya standar ganda. Mereka merasa bahwa laki-laki Jepang terlihat bersih-bersih di depan umum, tapi meninggalkan beban kebersihan di rumah kepada istri mereka.

Baca juga: Bersih-bersih Stadion Piala Dunia, Suporter Jepang Tuai Kritikan

Kritik soal Standar Ganda Kebersihan

Kebersihan dan membersihkan diri di tempat umum sangat tertanam dalam budaya Jepang. Namun, laki-laki Jepang menempati peringkat terendah di antara "negara-negara dengan ekonomi maju" soal kontribusi waktu yang dihabiskan untuk pekerjaan rumah tangga.

Sebuah survei pemerintah tahun 2021 menemukan data perempuan Jepang lebih banyak melakukan pekerjaan rumah tangga dibanding suami mereka dalam sehari.

Aksi bersih-bersih stadium oleh suporter Jepang di Piala Dunia 2026 (Foto: FIFA)

Pada rumah tangga dengan dua penghasilan dan anak-anak di bawah usia enam tahun, perempuan menghabiskan lebih dari tujuh jam untuk pekerjaan rumah tangga. Sementara laki-laki menghabiskan kurang dari dua jam.

Menurut data Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) pada tahun 2021, perempuan di Jepang menghabiskan lebih dari tiga jam per hari untuk pekerjaan yang tidak dibayar. Ini lebih dari lima kali lipat dari laki-laki, yang menghabiskan 47 menit dalam sehari.

Kritik ke Pria Suporter Jepang

Kritik terhadap pria suporter timnas sepakbola Jepang ramai beredar di media sosial (medsos). Sebuah poster berbahasa Jepang viral karena memuat kritik atas kontribusi pria Jepang dalam melakukan pekerjaan rumah.




(jbr/lir)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Praktisi Hukum Sentil Tajam Sarwendah Soal Perannya Sebagai Ibu: Mendingan Diasuh Ayah
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Bolivia Deklarasikan Darurat Nasional Buntut Gelombang Demo Tak Kunjung Usai
• 9 jam laludetik.com
thumb
Libur Sekolah Makin Murah, Pemerintah Diskon Tiket Kereta dan Kapal hingga 30%
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Detik-detik Adam Deni Ngamuk Rusak Toko dan Keluarkan Senpi ke Sekuriti di Jakut, Kini Resmi Ditahan!
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Puan Tekankan Pemulihan Pascagempa Sulteng Fokus pada Kehidupan Warga
• 12 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.